10 Film Paling Overhype Ini Bikin Kecewa Penonton, Studio Tanggung Kerugian Besar, Nggak Jadi Cuan

Film overhype seperti Babylon yang sangat diantisipasi penggemar sering kali malah tampil mengecewakan saat tayang. (Foto: The Hollywood Reporter)

Hype yang tercipta di tengah masyarakat bisa membantu sebuah produk, termasuk film, laku keras. Orang akan penasaran dan rela menggelontorkan uang untuk membeli tiket demi memuaskan rasa itu. Namun, ada kalanya hype tidak membantu apa-apa ketika film yang dielu-elukan itu tampil buruk dan membuat orang kecewa.

Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak film yang sudah dinanti-nantikan karena promosinya yang jor-joran di media malah berakhir mengecewakan ketika ditonton. Trailer yang ditayangkan sering kali misleading dan penonton merasa dibohongi. Belum lagi, hype film ini meredup karena dirilis berbarengan dengan film lain yang lebih populer dan jangkauannya lebih luas.

Tak jarang, karena hype dan pendapatan di box office yang tidak sinkron, studio pun harus menanggung kerugian yang sangat besar. Akibatnya, mereka harus memutar otak untuk strategi perilisan berikutnya. Beberapa film gagal ini juga secara tidak langsung membunuh waralaba yang seharusnya mereka besarkan.

Apa saja film paling overhype yang bikin kecewa penonton dan membuat kerugian besar bagi studio pembuatnya? Simak ulasannya berikut!

10. Cats — 2019

Foto: Vanity Fair

Cats menjanjikan suguhan musikal live-action tentang kehidupan para kucing yang didukung aktor terkenal dari Idris Elba, Judi Dench, Rebel Wilson, Ian McKellen, Jennifer Hudson, Jason Derulo, dan Francesca Hayward. Penampilan Taylor Swift menambah semangat orang-orang yang ingin menonton film tersebut. Cats menawarkan nuansa gelap, ceria, misterius, dan fun di dalamnya.

Namun, hype tinggi itu berbanding terbalik dengan hasil yang didapatkan film itu saat tayang. Kritikan pedas dilayangkan pada penggunaan CGI untuk menciptakan bulu pada pelakon manusia sehingga alih-alih menciptakan sosok kucing yang lucu dan menggemaskan, film ini malah mempertontonkan kucing yang gambarannya mengerikan. Surutnya antusiasme orang untuk menonton film ini membuat Cats berdarah-darah di box office dengan hanya meraup USD75,55 juta (Rp1,36 triliun) yang bahkan tidak mampu mengembalikan modalnya sebesar USD95 juta (Rp1,7 triliun).

9. Babylon — 2022

Foto: Frederic Magazine

Babylon menjadi hype dengan penampilan aktor-aktor kondang seperti Margot Robbie, Brad Pitt, Tobey Maguire, dan Diego Calva. Film ini menawarkan tontonan tentang seperti apa kehidupan selebritas di Hollywood dan dinamikanya. Trailer-nya sudah memberikan gambaran sekilas tentang betapa glamor dan gelapnya film ini nanti.

Tapi, Babylon tidak mampu memenuhi harapan penonton dan deretan aktor kondang itu juga tidak membantu penampilan film ini di box office. Dirilis di waktu yang sangat kompetitif, di mana hampir semua film harus berhadapan dengan Avatar: Way of Water, durasi Babylon sepanjang 3 jam 9 menit tidak bisa membuat penonton betah karena tone-nya yang amburadul. Film ini dibuat dengan anggaran sekitar USD110 juta (Rp1,97 triilun) dan hanya mampu meraup USD65,26 juta (Rp1,17 triliun).

8. The Matrix Resurrections — 2021

Foto: CBR

The Matrix Resurrections memanfaatkan atmosfer nostalgia sebagai barisan pertama promosi mereka. Selain itu, popularitas Keanu Reeves yang sedang menanjak membantu hype film keempat The Matrix tersebut. Mereka juga bergantung pada karakter lama, alih-alih mengembangkan karakter baru.

Namun, hype itu tidak membantu film ini tampil baik di box office. The Matrix Resurrections gagal menarik minat penonton baru karena film ini langsung ada di HBO dan juga dirilis bersamaan dengan Spider-Man: No Way Home yang jauh lebih hype. Di box office, The Matrix Resurrections meraup USD157,38 juta (Rp2,84 triliun) dan penayangannya diteruskan ke layanan streaming online tersebut.

7. Mickey 17 — 2025

Foto: ScreenRant

Mickey 17 membuat heboh dengan menampilkan debut Hollywood sutradara peraih Oscar Bong Joon Ho. Film ini juga menggaet Robert Pattinson sebagai bintang utamanya sehingga terlihat menjanjikan dan membuat penggemar film penasaran. Warner Bros. pun tak segan menggelontorkan dana besar-besaran untuk mendukung promosi film ini sampai menjadi salah satu film yang paling diantisipasi pada 2025.

Sayangnya, marketing yang salah membuat semuanya kacau. Penonton dibuat bingung dengan tone yang ingin ditampilkan film itu ketika menonton trailer-nya dan kekuatan bintang ternyata tidak mampu menarik minat pasar yang lebih besar. Mickey 17 kehilangan sinarnya ketika tayang dengan hanya meraup USD133,54 juta (Rp2,41 triliun) di box office dan angka itu membuat Warner Bros. rugi hingga USD75 juta (Rp1,35 triliun).

6. The Flash — 2023

Foto: LA Times

The Flash punya kesempatan untuk melesat sebagai salah satu film superhero terlaris menjelang dirilis. Kehadiran Michael Keaton sebagai Batman dan Sascha Calle sebagai Supergirl serta penampilan Ezra Miller sebagai The Flash sudah menjadi paket lengkap untuk promosi film ini. Orang tentu penasaran dengan kehadiran trio yang mewakili generasi berbeda itu.

Tapi, antusiasme itu langsung redup begitu Ezra bikin ulah menjelang film itu dirilis. Serangkaian masalah aktor itu degan hukum dan kenyataan bahwa penampilan The Flash tidak sesuai harapan karena plotnya yang ke mana-mana membuat film itu tidak tampil maksimal. Di box office, The Flash hanya mampu meraup USD271,43 juta (Rp4,9 triliun) dan mengubur masa depan DCEU.

5. Suicide Squad — 2016

Foto: Netflix

Suicide Squad terlihat meyakinkan di trailer yang dirilis beberapa bulan sebelum filmnya tayang. Mereka menampilkan aksi meyakinkan dari Harley Quinn yang diperankan Margot Robbie, Deadshot yang diperankan Will Smith, dan memberi sedikit bocoran tentang penampilan Jared Leto sebagai Joker. Diiringi lagu Bohemian Rhapsody, trailer itu langsung nge-hype dan orang pun semakin penasaran dengan filmnya.

Tapi, karena Warner Bros. terlalu ikut campur, film ini malah jadi tidak karu-karuan hasilnya. Suicide Squad yang seharusnya tampil lebih gelap, malah jadi seperti Deadpool versi lite yang membuat penonton kecewa. Di box office, film itu sebenarnya mampu mengantongi USD749,2 juta (Rp13,53 triliun), tapi, angka itu masih jauh dari harapan produsernya dan seharusnya bisa lebih tinggi kalau studio bisa menahan diri mereka.

4. Ant-Man & the Wasp: Quantumania — 2023

Foto: CNN

Ant-Man & the Wasp: Quantumania digadang-gadang bakal memulai perjalanan baru Marvel Cinematic Universe (MCU) pasca-Endgame. Promosinya dilakukan besar-besaran dan penggemar pun diberi harapan bakal mendapatkan villain sekelas Thanos. Film ini seharusnya membuka babak multiverse yang tak kalah seru dari Batu Keabadian di franchise superhero tersebut.

Sayangnya, antusiasme dan hype film ini meredup begitu banyak review negatif yang muncul sesaat setelah pemutaran perdana filmnya. Plot yang terlalu standar dan pemakaian CGI yang berlebihan membuat daya tarik film ini menurun. Dengan meraup USD476,07 juta (Rp8,6 triliun) di box office, Quantumania memberikan pelajaran berharga bagi Marvel yang mengubah cara mereka merilis film setelah itu.

3. Black Adam — 2022

Foto: CNN

Black Adam mendapatkan promosi besar-besaran tidak hanya dari studio, tapi juga dari aktor utamanya. Di media sosial, pemeran Black Adam, Dwayne “The Rock” Johnson getol berkoar-koar tentang betapa hebatnya film ini. Dia bahkan mengklaim kalau Black Adam lebih kuat dari Superman yang tentu menjadi faktor mengapa film ini sangat menarik.

Sayangnya, promosi dan usaha itu dirasa tidak sesuai kondisi yang terjadi saat itu. Kelelahan terhadap genre superhero ditambah dengan penampilan film yang tidak sesuai ekspektasi dan yang dijanjikan membuat orang jadi malas menontonnya. Black Adam bahkan terseok-seok untuk meraup untung dan mengembalikan modal pembuatannya karena “hanya” meraup pemasukan USD393,45 juta (Rp7,1 triliun) di box office.

2. Joker: Folie à Deux — 2024

Foto: Cinemablend

Joker: Folie à Deux disambut dengan hype yang sangat tinggi dari penggemar. Mereka sangat ingin menyaksikan kelanjutan kisah Arthur Fleck dan kehadiran Harley Quinn yang diperankan Lady Gaga di sekuel ini pun menambah rasa penasaran. Berbagai teori pun bermunculan terkait plot film ini.

Saking hype-nya, penggemar bahkan tidak mempedulikan kalau dari awal Folie à Deux sudah diungkapkan sebagai film musikal. Banyak yang kecewa ketika film ini tayang karena tidak sesuai ekspektasi mereka. Pada akhirnya, film ini gagal meraih hasil besar di box office dengan hanya meraup USD207,5 juta (Rp3,75 triliun) atau turun drastis dari film pertama yang pemasukannya mencapai USD1,078 juta (Rp19,47 triliun).

1. Borderlands — 2024

Foto: Bloody Disgusting

Borderlands diangkat dari game di bawah arahan sutradara kondang Eli Roth dengan sederet aktor kelas A Hollyoood seperti Cate Blanchett, Jamie Lee Curtis, Ariana Grande, Kevin Hart, dan Jack Black sebagai pemeran utamanya. Penggemar pun jadi penasaran dan sangat menantikan penayangannya. Ada banyak harapan kalau adaptasi ini bakal memenuhi harapan mereka untuk menyaksikan aksi langsung karakter kesayangan mereka.

Tapi, sebelum dirilis, dilm itu melakukan banyak re-shoot yang tidak dilakukan Eli, melainkan sutradara Deadpool, Tim Miller. Saat tayang, film itu ternyata mengecewakan dengan kritikus dan penggemar sepakat bahwa casting-nya tidak pas dan plotnya tidak sesuai game yang mereka kenal. Dari anggaran produksi mencapai sekitar USD145 juta (Rp2,6 triliun), Borderlands rugi besar dengan hanya meraup USD33,01 juta (Rp596,3 miliar) di box office.

Catatan:
*) Data box office diambil dari Box Office Mojo dengan tambahan dari berbagai sumber.
**) Konversi dari USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini dibuat tanpa menghitung inflasi dan faktor lainnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *