10 Film Rating Dewasa Paling Laris dalam 5 Tahun Terakhir

Sampai saat ini, Deadpool and Wolverine masih memegang rekor sebagai film rating dewasa paling laris sepanjang masa. (Foto: Rolling Stone)

Film berating dewasa sering kali dipandang tidak menguntungkan bagi para produser. Selain itu, film jenis ini juga punya risiko besar ketika ditayangkan karena tak jarang menimbulkan kontroversi. Bisa jadi, produsernya malah bermasalah dengan banyak pihak.

Namun, itu tidak berarti kalau film ini wajib dihindari. Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, tontonan dengan label dewasa justru diminati orang karena dirasa lebih bebas. Selain itu, banyak yang justru tembus box office dengan laba yang menggiurkan.

Film rating dewasa punya target audience yang lebih sempit dibanding kelas semua umur atau pun remaja. Jadi, wajar ada kekhawatiran kalau film tidak akan laku atau menarik minat orang. Namun, hasil box office dalam lima tahun terakhir berkata lain karena ada film rating dewasa yang bahkan berhasil meraup lebih dari USD1 miliar (Rp17,825 triliun).

Apa saja film rating dewasa paling laris dalam lima tahun terakhir? Mengutip data Box Office Mojo, simak ulasannya berikut!

10. The Housemaid — 2025

Foto: Time

The Housemaid diangkat dari novel psychological thriller populer dengan judul yang sama karya Freida McFadden. Pembaca dan fans novel ini penasaran dengan adaptasi cerita kesayangan mereka dan membanjiri bioskop. Hasilnya, The Housemaid meraup sukses besar dengan perolehan USD400,53 juta (Rp7,13 triliun) di box office.

The Housemaid dipuji karena akting para pemerannya dan twist-nya yang kuat. Selain itu, meski bergenre psychological thriller, film ini tetap tidak melupakan elemen fun yang membuatnya enak dinikmati. Kesuksesan film ini membuat produser merencanakan sekuelnya yang berjudul The Housemaid’s Secret.

9. Bad Boys: Ride or Die — 2024

Foto: Collider

Bad Boys: Ride or Die merupakan seri terbaru petualangan duo polisi Miami. Film ini melanjutkan kesuksesan sebelumnya yang diukir Bad Boys for Life pada 2020. Meskipun, pendapatan Ride or Die di box office lebih kecil dari Bad Boys for Life dengan meraih USD404,55 juta (Rp7,21 triliun).

Hasil itu sebenarnya sudah berada di luar prediksi orang-orang. Sebelumnya, Bad Boys: Ride or Die diperkirakann tidak akan meraup hasil besar karena banyak yang meremehkannya. Namun, film keempat Bad Boys ini justru tampil meyakinkan di box office.

8. John Wick: Chapter 4 — 2023

Foto: GQ

John Wick: Chapter 4 sukses menjadi yang terlaris di franchise ini. Film ini meraup USD447,14 juta (Rp7,97 triliun) di box office dan mengalahkan tiga seri sebelumnya. Bisa dikatakan, langkah John Wick di box office stabil dengan satu seri mengungguli seri sebelumnya dalam hal pendapatan.

John Wick: Chapter 4 dijadwalkan menjadi akhir bagi perjalanan sang pembunuh bayaran di layar lebar. Namun, hasil box office yang besar ini membuat para produsernya berpikir ulang. Sementara menanti keputusan, mereka juga mengembangkan spin off yang sayangnya tidak sesukses film aslinya.

7. Gladiator II — 2024

Foto: Slash Film

Gladiator II diharapkan mampu membangkitkan nostalgia dan menarik penonton baru. Di box office, film ini berhasil meraup USD462,18 juta (Rp8,23 triliun) saat selesai tayang. Hasil ini tidak bisa dikatakan besar karena berjuang untuk menutup biaya produksinya yang lumayan tinggi.

Meski mampu menjadi salah satu film berating dewasa paling laris dalam lima tahun belakangan, tapi, Gladiator II gagal secara margin pendapatan. Film ini banyak dikritik karena narasinya yang mengulang plot sebelumnya. Belum lagi, pacing dan CGI-nya yang dianggap menurunkan pengalaman menonton.

6. Venom: The Last Dance — 2024

Foto: MovieWeb

Venom: The Last Dance menjadi penutup trilogi Venom yang telah berlangsung sejak 2018. Banyak harapan kalau film ini akan memberikan tontonan spektakuler sebagai tanda pamitan. Sayang, seri ketiga ini kurang diminati dibanding sebelumnya.

Venom: The Last Dance meraup USD478,93 juta (Rp8,53 triliun) di box office yang menjadi hasil paling rendah di antara trilogi Venom. Sejumlah faktor menjadi penyebab anjloknya pemasukan film ini. Selain penceritaan, kelelahan terhadap genre superhero juga menjadi faktor penyebabnya.

5. The Conjuring: Last Rites — 2025

Foto: Polygon

The Conjuring: Last Rites membuktikan kalau franchise horor ini masih menguntungkan dan dinantikan penggemar. Terlebih, Last Rites sudah diumumkan menjadi seri terakhir The Conjuring. Film ini pun meraup USD499,25 juta (Rp8,9 triliun) di box office karena penggemar tidak mau melewatkan kisah puncak pasangan Ed dan Lorraine Warren ini.

Meski begitu, dengan hasil yang dicapai Last Rites, Warner Bros. dan New Line Cinema tidak mau cepat-cepat tutup buku atas franchise ini. Mereka bahkan telah mempersiapkan prekuel baru dengan judul The Conjuring: First Communion. Di sisi lain, studio itu juga terus mengembangkan seri lain di universe tersebut.

4. Venom: Let There Be Carnage — 2021

Foto: Entertainment Weekly

Venom: Let There Be Carnage dirilis ketika dunia masih dibelit pandemi Covid-19. Penonton sudah lama menantikan kelanjutan cerita seru duo kacau Eddie Brock dan Venom di film itu. Hasilnya, film ini meraup USD506,8 juta (Rp9,03 triliun) di box office.

Angka ini turun banyak dari film pertamanya. Penampilan sekuel ini memang sedikit mengecewakan. Meski action-nya seru dengan dinamika Eddie Brock dan Venom diuji, tapi, sebagai sebuah film yang diangkat dari komik, sekuel ini punya durasi yang pendek, yaitu hanya 97 menit atau 1 jam 37 menit.

3. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle — 2025

Foto: FandomWire

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle sering dianggap sebagai film anak-anak karena format animasinya. Padahal, serial dan filmnya tidak cocok ditonton mereka yang berusia di bawah 17 tahun karena mengandung kekerasan, seperti adegan gore, pertarungan sampai berdarah-darah, dan visual yang menggoda iman. Namun, tidak semua orang tua paham konsep ini dan membiarkan anak mereka untuk menontonnya.

Apa pun, sampai saat ini, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle adalah film anime paling laris di Jepang. Seri pertama dari trilogi finale Demon Slayer ini mengantongi USD743,18 juta (Rp13,2 triliun) di box office global. Hasil ini membuat studio Ufotable semakin percaya diri untuk mempersiapkan seri keduanya yang dijadwalkan tayang tahun depan.

2. Oppenheimer — 2023

Foto: ScreenRant

Oppenheimer masih duduk sebagai film rating dewasa paling laku kedua sepanjang masa. Film ini mencatatkan pemasukan USD975,8 juta (Rp17,39 triliun) di box office. Namun, saat ini, posisinya sebagai film biopic terlaris sedang terancam dengan masih tayangnya Michael yang pendapatannya terus meningkat.

Oppenheimer dipuji karena penceritaan, penampilan akting para pemerannya, dan penyutradaraan. Christopher Nolan benar-benar memberikan tontonan berkelas berdurasi 3 jam dengan format IMAX. Penonton tidak hanya dimanjakan dengan cerita, tapi juga sinematografi yang indah.

1. Deadpool & Wolverine — 2024

Foto: Slash Film

Deadpool & Wolverine mengalami banyak perubahan jadwal tayang pada 2024. Dari jadwal awal pada September, film ini akhirnya dirilis pada Juli di tahun yang sama. Tapi, perubahan itu tidak berdampak pada animo penonton yang telah menantikan seri ini sejak film kedua Deadpool dirilis pada 2018.

Deadpool 3 berhasil meraup USD1,338 miliar (Rp23,85 triliun) dan menjadi film rating dewasa terlaris sepanjang masa. Seri ketiga Merc with a Mouth itu adalah yang pertama dirilis di bawah bendera Disney setelah dua film sebelumnya dinaungi Fox. Kekhawatiran kalau Mouse House akan turut campur dalam plot dan penggambaran film itu tidak terbukti karena Deadpool & Wolverine benar-benar kacau dengan tetap mempertahankan tone brutal, blak-blakan, dan sarkastiknya.

Catatan: Daftar ini hanya memasukkan film yang dirilis dalam kurun waktu 2021-2025. Konversi USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini ditulis, tanpa menghitung inflasi dan faktor lain.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *