Review Film Spider-Man: Brand New Day: Perjalanan Emosional Peter Parker Menjadi Dewasa

Spider-Man: Brand New Day menjadi perjalanan emosional bagi perkembangan karakter Peter Parker di MCU. (Foto: ScreenRant)

Di antara seluruh karakter di Marvel Cinematic Universe (MCU), Peter Parker adalah satu-satunya yang mengalami perkembangan karakter paling wholesome dibanding yang lainnya. Perjalanannya sejak Captain America: Civil War sampai Spider-Man: No Way Home adalah buktinya. Dan, Spider-Man: Brand New Day menjadi puncaknya.

Mentalnya diuji di Spider-Man: Homecoming ketika tahu kalau ayah pacarnya adalah seorang penjahat. Lalu, di Far from Home, dia dibohongi habis-habisan oleh orang yang dia kira bisa menjadi pengganti Tony Stark sebagai mentor dan sosok ayah. Tak hanya itu, di akhir film, identitasnya terkuak di hadapan publik.

No Way Home menjadi ujian terberatnya. Peter harus menyingkirkan egonya dan melakukan hal terbaik untuk semuanya. Dia juga harus menghadapi kekacauan yang dibuatnya sendiri setelah mengacaukan mantra Doctor Strange.

Foto: Collider

Awalnya, dia masih yakin bisa memperbaikinya dengan baik. Tapi, kematian Bibi May mengubah segalanya. Peter mengalahkan egonya dan membuat pengorbanan besar yang kemudian berpengaruh pada hidupnya di Spider-Man: Brand New Day.

Disutradarai Destin Daniel Cretton, Spider-Man: Brand New Day berfokus pada perkembangan karakter Peter dari superhero remaja menjadi dewasa. Di film ini, Peter sudah berusia awal 20-an dan hidup sendiri. Tanpa keluarga dan teman dekat, Peter menghabiskan waktunya dengan melakukan eksperimen dan menangkap penjahat.

Meski begitu, Peter masih hidup di bawah bayang-bayang masa lalunya bersama MJ dan Ned, yang sudah melupakan dirinya. Mantan cewek dan sahabatnya itu sudah punya kehidupan masing-masing. Namun, Peter masih berusaha untuk bisa berkoneksi dengan mereka.

Foto: Collider

Brand New Day mengeksplorasi kondisi mental Peter di tengah isolasi diri itu. Saking tidak punya teman dekat, Spider-Man terus menyibukkan diri sehingga dia tidak perlu memikirkan dirinya sendiri. Selain itu, hubungannya dengan sejumlah orang pun hanya transaksional, tidak sampai intim.

Orang melihat apa yang dilakukan Peter, bekerja sepanjang hari, sebagai hal biasa. Tapi, itu adalah caranya untuk cope dengan kesendirian dan kesepiannya. Terlebih, dia juga dibebani dengan anonimitasnya sebagai pahlawan ramah lingkungan yang sangat dicintai warga New York.

Pertemuannya kembali dengan Ned dan MJ membuatnya emosional. Belum lagi, dia harus menghadapi ancaman misterius yang hanya dia yang bisa melihatnya sekaligus kebal dari ancaman tersebut. Emosi itu akhirnya memicu evolusinya sebagai manusia laba-laba. Peter kini dihadapkan dengan banyak masalah dan merasa harus menyelesaikan semuanya sendiri.

Foto: MovieWeb

Peter bisa menghadapi lawan terberat sekalipun. Tapi, dia masih gagal melawan egonya sendiri. Dari film pertamanya sampai keempat, Spider-Man versi MCU ini masih terlalu lugu dan sederhana pemikirannya. Dia sulit mengenali lingkungannya karena terlalu sering berpikir positif. Belum lagi, dia tidak lagi punya pegangan yang bisa memberinya nasihat seperti Bibi May.

Di Brand New Day, Peter kembali terjebak dengan keputusannya yang gegabah. Dia punya sensor indera yang tajam, tapi masih gagal mengenali siapa penjahat yang sesungguhnya. Ini terlihat sekali di Far from Home. Peter seharusnya belajar dari manipulasi Mysterio. Tapi, meski sudah lebih tua umurnya, dia masih saja lugu dan sederhana.

Namun, seiring berjalannya film tersebut, Peter mulai menyadari banyak hal. Dia sudah bisa melepaskan egonya sedikit demi sedikit dan membuka hatinya untuk orang lain masuk dalam kehidupannya. Proses pendewasaan Peter pun berlanjut dengan dia yang harus mau menerima keadaannya sekarang, tidak diingat orang-orang yang dia cintai dan harus membuka hati untuk orang lain yang bisa dia percayai.

Foto: Mashable

Spider-Man: Brand New Day tidak punya supervillain yang bakal diingat penonton. Bisa dibilang, villain di film ini hanya numpang lewat untuk membantu perkembangan karakter Peter. Namun, kehadiran Jean Grey sebagai ancaman terbesar di film inilah yang justru membantu Peter untuk melewati segalanya.

Jean-lah yang membuat Peter tersadar kalau rasa kehilangan besar bisa membuat orang berbuat nekat. Dan, dia pernah ada di fase itu. Dia juga akhirnya sadar kalau ada orang yang benar-benar bisa dipercaya.

Tom Holland dengan elegan mampu membawakan perubahan emosi dan karakter Peter Parker dengan sangat mulus. Peter yang dulunya ceroboh dan selalu ingin membuktikan diri, kini berubah menjadi Peter yang lebih dewasa dengan menerima keadaan. Tapi, di sisi lain, dia masih percaya kalau masa lalu itu tetap ada di sana dan tentunya akan berusaha untuk mengembalikan ingatan teman-temannya.

Foto: CBR

Sementara, Sadie Sink yang memerankan Jean Grey, tampil menawan. Salah satu bintang Stranger Thing tersebut dengan sangat apik menampilkan karakter misterius, penuh dendam, dan mengancam. Dia juga mampu mengaduk-aduk emosi penontonnya dengan kisah latarnya yang tragis. Sadie juga mampu mengimbangi beban emosi Peter di film itu sehingga keduanya benar-benar menjadi kekuatan utuh yang membuat Brand New Day punya kekuatan emosional di level berbeda.

Aksi di film ini juga berbeda. Koreografi pertarungan tangan kosongnya bisa sangat dinikmati. Spider-Man yang dipaksa bertarung dalam jarak pendek pun harus mengeluarkan kemampuan bela dirinya. Penggunaan gawai canggih sangat minim di film ini. Tapi, Brand New Day mengeksploitasi jaring laba-laba Spider-Man dengan banyaknya adegan yang melibatkan penggunaannya. Ini adalah bagian dari perkembangan karakter yang dialami Peter sehingga bisa sangat dipahami.

Kehadiran Punisher versi PG-13 di Brand New Day menjadi hiburan tersendiri. Karakter yang biasanya kejam, kasar, dan tak kenal basa basi ini levelnya agak diturunkan karena film ini berating Remaja atau 13 tahun ke atas yang masih butuh pengawasan orang tua. Dia memang tidak tampil maksimal, tapi, sebagai karakter, dia adalah pelengkapnya.

Foto: The Hollywood Reporter

Spider-Man: Brand New Day membawa Peter Parker ke jalan yang lebih dewasa dari sebelumnya. Ke depan, dia akan dituntut untuk bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, terlebih dengan evolusi yang dialami. Tapi, Peter masih bisa mempertahankan sisi fun-nya untuk membuat Spider-Man tetap membumi.

Orang mungkin tidak suka Brand New Day dan melabelinya sebagai film Spider-Man terburuk karena kurangnya pertarungan megah dan penjahat yang memorable di film ini. Tapi, Spider-Man 4 telah menjadi tonggak perubahan karakter Peter Parker menjadi sosok yang dituntut untuk bisa lebih bijak mengolah emosinya. Di film ini, dia melihat sosok Hulk sebagai jangkar evolusi tersebut.

Spider-Man: Brand New Day tidak butuh penjahat sekaliber The Vulture atau Mysterio. Film ini adalah perjalanan hidup Spider-Man dengan fokus pada perkembangan emosinya. Banyak dialog dan adegan di film ini yang memicu emosi penonton sampai mereka menitikkan air mata. Waktu menonton film ini, di sebelah saya, ada seorang mas-mas yang menangis di salah satu adegan paling emosional di film tersebut.

Foto: FandomWire

Kalau kamu mencari film superhero dengan banyak adegan tarung intensitas tinggi dan fan service seperti No Way Home, kamu tidak akan menemukannya di Brand New Day. Tapi, kalau kamu sedang mencari jalan keluar dari masalah karena tidak bisa move on dan berduka atas kehilangan orang yang paling penting dalam hidup, film ini punya jawabannya. Apa pun, Spider-Man: Brand New Day adalah salah satu film terbaik yang dirilis MCU setelah Avengers: Endgame.

Destin Daniel Cretton paham apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan sebuah film yang emosional tentang sebuah perjalanan hidup. Spider-Man: Brand New Day membuka jalan bagi masa depan Peter Parker dan juga dunia mutan di MCU. Avengers: Doomsday bakal meneruskan perjalanan kisah ini.

Spider-Man: Brand New Day punya satu adegan pascakredit yang mungkin dirasa tidak penting. Tapi, buat yang benar-benar mengikuti MCU fase 5 dan film ini dari awal sampai akhir, itu adalah salah satu petunjuk. Apa yang terjadi di adegan itu bisa berujung pada Avengers: Doomsday atau Avengers: Secret Wars.

Spider-Man: Brand New Day

Sutradara: Destin Daniel Cretton
Penulis: Chris McKenna, Erik Sommers
Pemeran: Tom Holland, Zendaya, Sadie Sink, Jacob Batalon, Jon Bernthal, Florence Pugh, Tramell Tillman, Michael Mando, Mark Ruffalo
Durasi: 2 jam 25 menit
Distributor: Sony Pictures
Tahun Rilis: 2026

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *