
Marvel Cinematic Universe (MCU) tidak hanya menampilkan aksi heroik superhero kesayangan penggemarnya. Franchise ini juga menyajikan sederet teknologi canggih untuk mendukung performa karakter mereka di medan laga. Salah satu yang paling menonjol adalah Akal Imitasi atau Artificial Intelligence (AI).
AI di MCU muncul dalam berbagai bentuk, dari komputer yang bisa bicara, hologram, android, sampai robot canggih yang beberapa di antaranya punya pemikiran sendiri. Tugas mereka pun bermacam-macam dari menjadi asisten untuk urusan teknik terkait data dan analisis, perlindungan, komunikasi, sampai beres-beres rumah dan menjaga bayi. Selain itu, sejumlah AI juga punya emosi dan sangat loyal kepada penciptanya.
Namun, tentu saja, tidak semua AI di MCU ini punya sifat baik. Beberapa bahkan terbukti punya pikiran jahat yang bisa mengancam keberadaan manusia di muka bumi ini dan ada juga yang sangat manipulatif. Para pahlawan pun harus mewaspadai dan mengendalikan keberadaan mereka.
Apa saja AI canggih yang muncul di MCU hingga saat ini? Simak daftarnya berikut!
1. J.A.R.V.I.S

J.A.R.V.I.S diperkenalkan sejak 2008 lewat Iron Man. Akal Imitasi canggih ini menjadi sistem teknologi utama dan asisten pribadi Tony Stark. Saking canggihnya, J.A.R.V.I.S bisa punya pemikiran sendiri dan bertindak tanpa diperintah.
Tony Stark mengambil nama AI-nya itu dari Edwin Jarvis, mantan kepala rumah tangga ayahnya, Howard Stark. Dia memilih nama itu sebagai penghormatan atas kesetiaan dan pengabdian Jarvis selama ini. Sementara, J.A.R.V.I.S sebagai AI adalah singkatan dari Just A Rather Very Intelligent System.
2. Vision

J.A.R.V.I.S diserang Ultron yang ingin menghapusnya dari dunia ini. Tony dan Bruce Banner lalu mengunggah sisa-sisa AI itu ke sebuah tubuh vibrarium sintetis dan mengombinasikannya dengan kekuatan Batu Pikiran serta kode sisa yang ditinggalkan Ultron. Setelah mendapatkan pukulan Mjolnir, Vision pun terlahir di Avengers: Age of Ultron.
Sebagai AI hidup, Vision bisa dengan mudah terkoneksi dengan computer mana pun untuk mengoleksi data dan melakukan analisis. Di luar itu, dia juga punya kekuatan manusia super yang membuatnya bisa bertarung bersama teman-temannya. Selain itu, Vision juga punya emosi manusia.
3. Ultron

Ultron adalah AI hidup yang lahir dari ambisi Tony Stark yang ingin menciptakan program AI sebagai sistem pertahanan global setelah invasi alien di New York. Dibantu riset Bruce Banner, Batu Pikiran, dan J.A.R.V.I.S, AI itu pun hampir terwujud. Tapi, Tony malah menciptakan kesadaran yang melampaui programnya dan melihat J.A.R.V.I.S sebagai ancaman.
Ultron lahir dengan misi membawa perdamaian yagng salah dia intepretasikan dengan melihat manusia sebagai ancaman terbesar di dunia. Dia lalu bertekad untuk memusnahkan umat manusia. Berkat bantuan manipulasi Wanda Maximoff, Ultron pun menyusun kekuatan dan rencana untuk menjalankan misi tersebut.
4. Arnim Zola

Dulu, Arnim Zola adalah ilmuwan gila yang bekerja di bawah arahan Red Skull untuk Nazi dan HYDRA Ketika kali pertama muncul di MCU lewat Captain America: The First Avenger. Dia membuat program Winter Soldier yang melakukan eksperimen dan mencuci otak Bucky Barnes. Dia lalu ditangkap dan direkrut ke S.H.I.E.L.D.
Arnim memanfaatkan posisinya ini untuk membangun lagi HYDRA secara diam-diam. Menjelang kematiannya, dia mengunggah kesadaran manusianya ke dalam komputer besar yang disembunyikan di Camp Leigh. Dengan cara itu, secara diam-diam, dia memanipulasi even global dan mengumpulkan data sementara diyakini sudah mati pada 1970-an.
5. Miss Minutes

Dari penampakan dan cara komunikasi awalnya, Miss Minutes terlihat imut dan menyenangkan di serial Loki. Maskot dan asisten di TVA ini muncul dengan bentuk jam yang bisa bicara. Miss Minutes diciptakan He Who Remains untuk memonitor lini masa dan menjaga propaganda organisasi itu.
Miss Minutes bisa berinteraksi dengan lingkungan fisik dengan teknologinya, mereas sistem TVA, dan mengubah ukuran atau bentuknya. Tapi, tidak ada yang menyangka kalau sosok yang imut ini sebenarnya manuipulatif dan berbahaya. Loyalitas butanya kepada He Who Remains membuatnya akan melakukan apa pun demi mengamankan posisinya.
6. F.R.I.D.A.Y

Setelah J.A.R.V.I.S hancur dan berubah menjadi Vision, Tony Stark menggunakan AI canggih lain untuk membantu operasinya. Kali ini, dia memilih F.R.I.D.A.Y. Di MCU, dia kali pertama diperkenalkan di Avengers: Age of Ultron dan terus muncul untuk membantu Iron Man sampai pahlawan itu tewas di Avengers: Endgame.
Sama seperti J.A.R.V.I.S, F.R.I.D.A.Y juga berperan sebagai asisten pribadi Tony yang selalu siap sedia kapan pun dibutuhkan. Namanya berarti seseorang yang bisa dipercaya dan punya aksen Irlandia yang kental. Sampai saat ini, AI itu masih hidup meskipun majikannya sudah tiada.
7. E.D.I.T.H

E.D.I.T.H adalah singkatan dari Even Dead, I’m The Hero. AI ini diciptakan Tony Stark untuk Peter Parker di Spider-Man: Far from Home. Berbeda dengan AI lain di franchise ini, E.D.I.T.H dibangun di sepasang kacamata taktis dan merupakan keamanan augmented reality canggih yang sangat membantu Peter dalam aksinya.
AI ini bisa mengatur serangan drone pertahanan, melakukan serangan, dan mengatur sistem senjata. Karena bisa langsung terhubung dengan seluruh satelit Stark Industries, E.D.I.T.H mampu melakukan facial recognition, pengumpulan data global, dan mencegat komunikasi pribadi. Saat ini, AI itu ada di tangan pemerintah setelah disita dari tangan Peter di No Way Home.
8. H.E.R.B.I.E

Di sepanjang MCU, H.E.R.B.I.E adalah salah satu AI dalam bentuk robot. Dia diperkenalkan di The Fantastic Four: First Steps. Di film itu, dia berperan sebagai asisten rumah tangga dan teknis yang tinggal bersama keluarga Richards di Baxter Building.
Meski bentuknya klasik dan lebih sering terlihat beres-beres rumah, H.E.R.B.I.E adalah AI yang cerdas. Dia bisa membantu menavigasikan petualangan, memonitor bahaya lingkungan, dan menjadi asisten pribadi bagi First Family. Berbeda dengan AI lain di MCU, H.E.R.B.I.E tidak bisa berbicara dengan bahasa manusia secara utuh dan lebih sering terdengar mengeluarkan suara seperti komputer.
9. N.A.T.A.L.I.E

N.A.T.A.L.I.E tercipta secara tidak sengaja oleh Riri Williams yang memang sedang membangun AI untuk memproses teknologi dan data pertarungan. Tanpa diduga, sistem komputernya memindai alam bawah sadar dan ingatan Riri dan terciptalah AI yang punya nama panjang Neuro Autonomous Technical Assistant and Laboratory Intelligence Entity itu. Kecerdasan buatan ini dibuat berdasarkan teman masa kecil Ironheart, Natalie Washington, yang tewas dalam penembakan dari mobil yang berjalan.
N.A.T.A.L.I.E berbeda dengan AI lain di MCU. Selain hidup dalam bentuk hologram, dia punya emosi dan bisa mengimbangi penampilan selengekan Riri. Dia memang tidak secanggih J.A.R.V.I.S, tapi AI ini akan melakukan apa pun untuk melindungi Riri dari bahaya yang mengancam nyawanya, meski dia harus mengorbankan dirinya.
10. The Supreme Intelligence

The Supreme Intelligence adalah AI super yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi dan mutlak di Kekaisaran Kree. Dia bisa mengubah bentuknya sesuka hati atau memproyeksikan sosok yang dihormati orang lain. Di Captain Marvel, dia berwujud sebagai Dr. Wendy Lawson alias Mar-Vell di hadapan Carol Danvers.
AI ini menggunnakan avatar holographic dan merupakan kesadaran komputer abstrak yang sangat besar. Dia memproses informasi dan strategi di level yang melampui manusia apa pun. Meski begitu, dia sangat manipulatif dan bisa mengendalikan pikiran orang lain sehingga Carol yang marah akhirnya menghancurkannya.
11. E.V.

E.V. adalah AI terbaru yang diperkenalkan di MCU. Dia merupakan teknologi ciptaan Peter Parker di Spider-Man: Brand New Day. Peter membangun AI itu dari tangannya sendiri dan menjadikannya pendamping serta teman paling dekat setelah semua orang tidak lagi mengingatnya akibat mantra Doctor Strange di No Way Home.
Meski berbeda dari teknologi ciptaan Tony Stark, E.V. terbukti efektif dalam membantu Peter. Dia bisa memberikan bantuan teknis kapan pun dibutuhkan sehingga Spider-Man bisa menyusun rencana untuk mengalahkan lawannya. E.V. sepertinya akan tampil di kemunculan berikutnya Spider-Man.
12. Karen

Karen adalah AI yang diintegrasikan ke kostum merah biru Stark Peter Parker di Spider-Man: Homecoming. Awalnya, asisten digital itu tidak punya nama dan Peter-lah yang memberikan nama itu. Selama bersama, Karen membantu Peter dengan analisis taktis, fungsi kostum, dan interaksi sosial.
Karen adalah AI pertama yang pernah dimiliki Peter sebelum dia mendapatkan asisten digital lain di MCU. Dia sangat berguna bagi Spider-Man yang baru mengeksplorasi teknologi canggih untuk kostumnya. Sayang, AI ini tidak bertahan lama setelah Peter kehilangan kostum tersebut.
13. Griot

Sebuah negara berbasis teknologi canggih tentu punya sistem kuat yang didukung dengan keberadaan AI. Di Wakanda, AI yang membantu menciptakan alat-alat termutakhir adalah Griot. Asisten digital ini dibuat Shuri untuk membantunya melakukan eksperimen high-tech, diagnosis laboratorium, dan sistem kendaraan.
Berbeda dengan sejumlah AI di MCU, Griot lebih berfungsi sebagai asisten komunal, yang membantu anggota keluarga kerajaan dan pasukan pertahanan. AI ini juga bisa berbicara dan diajak berkomunikasi. Nama Griot diambil dari tradisi Afrika Barat yang berarti ahli sejarah, pendongeng, musisi, dan penjaga silsilah suku.
14. Mainframe

Mainframe adalah AI hidup yang juga pemimpin sebuah klan Ravager yang kali pertama muncul di Guardians of the Galaxy Vol. 2. Dia tidak tampil panjang, tapi kemunculannya cukup ikonis. AI ini menjadi bagian dari tim reuni Stakar Osgord di film tersebut.
Mainframe di MCU berbeda dengan versi komik. Di komik, dia adalah versi hidup dan futuristik Vision atau rekanan AI Tony Stark dari Earth-691 atau Earth-982. Sementara di MCU, dia adalah entitas digital kosmik yang bekerja sama dengan perompak antariksa ketimbang Avengers di bumi.
15. K.E.V.I.N

Di antara semua AI di MCU, K.E.V.I.N yang muncul di She-Hulk: Attorney at Law adalah yang paling plenger. AI ini menajadi perwujudan satir atas presiden Marvel Studio, Kevin Feige. AI robot inilah yang mengendalikan dan membuat semua plot di MCU.
K.E.V.I.N bahkan muncul dengan topi bisbol yang menjadi gaya khas Kevin asli. Dia menggunakan algoritma mutakhir untuk mendikte plot berbasis data optimal dan metriks. Jennifer Walters yang kesal dengan ceritanya mendatangi K.E.V.I.N dan mendesaknya untuk menulis ulang ending serial itu agar lebih memuaskan.