
Aktor atau aktris di sebuah film adalah wajah pertama yang akan dilihat penonton. Maka, reputasi dan citra mereka pun penting. Salah berbuat, bisa berakibat fatal pada film yang mereka bintangi.
Ini pula yang terjadi pada sejumlah film populer. Marketing jor-joran dan promosi di mana-mana tidak ada pengaruhnya ketika publik bereaksi. Bahkan, ada film yang harus terima nasib diboikot karena ulah tak terpuji pemeran utamanya.
Publik akan melakukan cancel culture terhadap aktor atau aktris yang melakukan tindak kekerasan seksual. Tapi, ada juga yang terkena boikot karena ucapan mereka yang dianggap tidak pantas. Kalau sudah begini, studio pun hanya bisa pasrah.
Film apa saja yang nggak laku gara-gara kelakuan aktor dan aktrisnya? Simak ulasannya berikut!
Special Mention: A Business Proposal

Blunder aktor utama A Business Proposal, Abidzar Al-Ghifari, saat promo film tersebut berbuntut panjang. Dalam sebuah wawancara, aktor itu mengatakan tidak menonton film aslinya yang diproduksi Korea Selatan. Para penggemar kemudian melontarkan kritik pada Abidzar.
Namun, respons aktor itulah yang kemudian menyebabkan boikot besar-besaran. Abidzar menyebut para penggemar budaya Korsel sebagai fanatik dan bersikap seolah tidak membutuhkan mereka. Boikot pun terjadi dan akibatnya, film itu harus turun dari layar hanya sepekan setelah tayang karena sepinya penonton.
7. Gigli

Pada masanya, pasangan Ben Affleck dan Jennifer Lopez alias Bennifer sangatlah terkenal. Di era awal 2000-an, wajah mereka selalu nangkring di halaman tabloid terkemuda. Lama-lama orang pun jadi muak karena overexpose.
Akibatnya, film yang mereka bintangi, Gigli, jeblok. Orang yang sudah muak melihat mereka hampir setiap saat pun ogah menontonnya. Apalagi, kritikus menyebut film itu tidak jelas arahnya. Sampai saat ini, Gigli masih dianggap sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa.
6. After Earth

Tidak semua orang suka praktik nepotisme di Hollywood dan After Earth adalah buktinya. Film ini seharusnya menjadi debut karier Jaden Smith untuk mengikuti jejak ayahnya, Will Smith, di dunia film. Tapi, malah gagal total.
Akting Jaden buruk dan dianggap belum siap untuk tampil di film besar. Kritikus menyebut After Earth adalah tribute untuk nepotisme. Sentimen terbentuk dan orang pun jadi malas menontonnya. Will bahkan disebut menyesal telah menarik anaknya ke film ini.
5. West Side Story

Ansel Elgort terjerat tuduhan kekerasan seksual yang mencuat pada 2020. Akibatnya, sentimen publik terbentuk dan orang menghindar menonton film yang dia bintangi. West Side Story yang dirilis pada 2021 adalah salah satunya.
Film itu sudah dibebani masalah perilisan di tengah pandemi dan harus menghadapi seruan boikot karena penampilan Ansel. Akibatnya, film itu pun gagal di box office. Dari anggaran yang mencapai USD100 juta (Rp1,72 triliun), West Side Story hanya meraup USD76 juta (Rp1,3 triliun).
4. Tron: Ares

Jared Leto punya reputasi buruk di Hollywood. Dia dijuluki sebagai Pembunuh Franchise karena sejumlah film blockbuster yang dia bintangi selalu gagal di box office. Ketika Jared diumumkan membintangi Tron: Ares, orang pun langsung skeptis.
Tron: Ares jeblok di box office. Jared gagal menarik perhatian penonton. Selain itu, kurangnya kaitan seri ketiga itu dengan dua film sebelumnya juga membuat penonton enggan untuk menontonnya.
3. The Marvels

Sentimen terhadap Brie Larson, pemeran Captain Marvel, sudah mencuaat sejak film pertamanya dirilis. Tapi, saat itu, Captain Marvel meledak dan tidak ada alasan untuk tidak melanjutkannya. The Marvels pun dirilis pada 2023.
Sayangnya, perkiraan salah. Sentimen terhadap Brie masih tinggi. Pasar internasional pun tidak membantu karena faktor kebosanan terhadap film superhero. The Marvels berakhir sebagai film paling tidak laku Marvel Cinematic Universe (MCU) dengan hanya meraih USD206,1 juta (Rp3,52 triliun) dari biaya produksi USD270 juta (Rp4,6 triliun).
2. The Flash

Bintang utama The Flash, Ezra Miller, terjerat kasus hukum pada 2022 setelah melakukan penyerangan di sebuah kafe di Hawaii. Namun, masalah terus melebar dengan munculnya tuduhan grooming terhadap aktor tersebut. Rentetan kasus ini kemudian berdampak pada kariernya.
Kasus itu mencuat menjelang perilisan The Flash. Sentimen publik muncul dan film itu pun menderita. Di luar masalah The Flash yang mendapatkan review buruk, orang lebih terpengaruh untuk tidak menonton karena kelakuan Erza. Film itu gagal di box office, meski pendapatannya melebihi biaya produksinya, yaitu USD271,3 juta (Rp4,64 triliun) dari anggaran USD200 juta (Rp3,42 triliun).
1. Snow White

Disney harus membayar mahal atas keputusan mereka memilih Rachel Zegler sebagai pemeran Snow White. Sentimen penggemar sudah muncul ketika pemilihan itu diumumkan. Tapi, itu bisa diredam karena akting, penulisan, penyutradaraan, dan sinematografi bisa menyelamatkan film ini.
Sayangnya, ini tidak terjadi. Sebelum film itu dirilis, Rachel malah mengeluarkan pernyataan kalau cerita Snow White itu kuno dan aneh. Sentimen pun memuncak dan film itu gagal di box office dengan hanya mengantongi USD205 juta (Rp3,5 triliun) dari anggaran USD269 juta (Rp4,6 triliun) yang telah digelontorkan.
Catatan: Konversi dari USD ke Rp menggunakan kurs saat ini tanpa memperhitungkan inflasi.