Dirating Busuk di Rotten Tomatoes, 10 Film Ini Malah Laris Manis di Bioskop

Film-film seperti Jurassic World: Fallen Kingdom, Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, dan Transformers: Age of Extinction tidak punya rating bagus di Rotten Tomatoes, tapi berjaya di box office. (Foto: Vanity Fair/Scene Before/Time)

Rating dan review terhadap sebuah film di situs seperti Rotten Tomatoes punya pengaruh besar. Orang bisa memutuskan mau menonton atau tidak berdasarkan penilaian tersebut. Tapi, terkadang, itu bukan penentu laku atau tidaknya sebuah film.

Faktanya, banyak film dengan skor buruk dengan cap Busuk di situs pengulas film itu malah laku keras di box office. Tak jarang, film-film bersertifikat jelek mendapatkan pemasukan lebih dari USD1 miliar (Rp17,6 triliun). Ini membuktikan kalau penonton masih menjadi faktor utama laku atau tidaknya sebuah film.

Sebuah film bisa mendapatkan sertifikat Busuk dari Rotten Tomatoes ketika skor Tomatometer-nya berada di bawah 59%. Kasus terbaru di tahun ini adalah film Michael yang hanya mendapatkan skor 39% di Tomatometer. Namun, pendapatan box office-nya terus bertambah hingga lebih dari USD600 juta (Rp10,5 triliun).

Film apa saja yang bersetifikat Busuk di Rotten Tomatoes, tapi tetap laku keras di bioskop? Simak ulasannya berikut!

10. The Da Vinci Code — 2006

Foto: Den of Geek

The Da Vinci Code memanfaatkan hype novel berjudul sama karya Dan Brown. Namun, eksekusinya dikeluhkan para kritikus yang menilai film ini punya plot bertele-tele dan gagal memanfaatkan potensi sinematografi. Di Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan skor 25% dan masuk kategori Busuk.

Sementara, penggemar yang penasaran dengan eksekusi buku populer nan kontroversial itu membanjiri bioskop untuk menyaksikan aksi Tom Hanks sebagai Robert Langdon. The Da Vinci Code berakhir dengan mengantongi USD801 juta (Rp14 triliun) di box office. Di tahun itu, film ini menjadi yang terlaris kedua setelah Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest.

9. Venom — 2018

Foto: BBC

Venom menjadi usaha pertama Sony Pictures untuk mengembangkan dunia penjahat Marvel mereka. Tapi, kritikus tidak terlalu menyukai film ini dengan memberikan skor 30% atau masuk kategori busuk di Rotten Tomatoes. Sebagian besar para pengkritik itu menilai Venom tidak punya plot yang jelas, tone-nya tidak konsisten, dan terlalu bergantung pada CGI.

Namun, sentimen ini tidak dirasakan para penggemar. Mereka yang penasaran tetap pergi menonton film ini dan menyatakan puas dengan penampilan serta cerita yang disajikan. Pada akhirnya, Venom mampu meraup USD856 juta (Rp15 triliun) di box office dan memecahkan sejumlah rekor, termasuk debut terbesar di AS.

8. Batman v Superman: Dawn of Justice — 2016

Foto: Polygon

Batman v Superman: Dawn of Justice menjadi bulan-bulanan kritikus karena plotnya yang berbelit-belit dan terburu-buru. Saking tidak sukanya dengan film ini, para kritikus memberikan skor 29% di Rotten Tomatoes dan membuat garapan Zack Snyder ini mendapatkan status Busuk. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Hujatan para kritikus itu memang sedikit berpengaruh pada penampilan film tersebut di box office. Dibandingkan dengan film bertema sejenis keluaran MCU di tahun yang sama, Batman v Superman: Dawn of Justice gagal meraup USD1 miliar (Rp17,6 triliun) dan berakhir dengan USD874 juta (Rp15,4 triliun). Sementara, Captain America: Civil War yang dirilis dua bulan setelahnya berjaya sebagai film terlaris pada 2016 dengan USD1,15 miliar (Rp20,2 triliun).

7. The Super Mario Galaxy Movie — 2026

Foto: ScreenRant

The Super Mario Galaxy Movie masih bertahan sebagai film terlaris di awal 2026. Pemasukannya mencapai USD944 juta (Rp16,6 triliun) sampai artikel ini dibuat. Angka itu bisa saja bertambah kalau film itu masih tayang sampai pekan depan.

Meski pendapatannya lumayan, tapi, The Super Mario Galaxy Movie kurang mendapatkan tempat di hati para kritikus. Di Rotten Tomatoes, film itu hanya mendapatkan skor 42% dan termasuk kategori Busuk. Mereka menilai sekuel The Super Mario Bros. Movie itu tidak punya plot dan hanya memprioritaskan visual, tapi penonton justru tidak keberatan karena bagi mereka, animasi film ini memanjakan mata.

6. A Minecraft Movie — 2025

Foto: Collider

A Minecraft Movie hanya mendapatkan skor 32% di Rotten Tomatoes dan masuk kategori busuk. Tapi, film ini tetap banyak ditonton orang dan pernah hype tahun lalu. Bahkan, A Minecraft Movie tampil baik di box office dengan meraup USD961 juta (Rp16,9 triliun), cukup untuk bisa menempatkannya sebagai film terlaris kelima tahun lalu.

Kritikus menyebut A Minecraft Movie acak-acakan, terlalu bergantung pada visual green screen yang tidak sesuai dengan estetika game yang diadaptasi, dan humor yang umum. Mereka juga mengeluhkan kurangnya fokus pada pembangunan dan penemuan yang merupakan dua ciri khas utama game Minecraft. Tapi, film ini justru menemukan penontonnya pada anak-anak dan fans berat yang tidak keberatan dengan humor slapstick dan kurangnya dialog mendalam di film tersebut.

5. Jurassic World: Dominion — 2022

Foto: Entertainment Weekly

Jurassic World: Dominion mendapatkan skor 29% di Rotten Tomatoes. Seri ketiga Jurassic World itu dianggap terlalu bergantung pada nostalgia setelah menghadirkan tiga karakter asli Jurassic Park. Para kritikus merasa dicurangi dengan film yang dirasa kurang aksi dinosaurus dan kacau tersebut.

Meski begitu, film ini tetap menarik minat orang sehingga mampu meraup USD1 miliar (Rp17,6 triliun) di box office. Bahkan, Jurassic World: Dominion menjadi film terlaris ketiga pada 2022 di belakang Avatar: Way of Water dan Top Gun: Maverick. Dominion juga menjadi juru kunci untuk daftar film yang meraup USD1 miliar sampai saat ini.

4. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides — 2011

Foto: ScreenRant

Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides dikritik karena dinilai kurang menarik dan ceritanya juga datar dan diganjar skor Busuk di Rotten Tomatoes dengan 33%. Karakter baru di film ini dianggap kurang karismatik dan tidak meninggalkan kesan yang dalam. Film keempat Pirates of the Caribbean ini dirasa dibuat hanya untuk mencari uang.

Namun, penonton tidak menghiraukan pendapat kritikus. Mereka tetap menyerbu bioskop demi menonton kelanjutan aksi Kapten Jack Sparrow. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides turun layer dengan mengantongi USD1,04 miliar (Rp18,3 triliun) dan menjadi film kedua terlaris dari franchise tersebut setelah Dead Man’s Chest.

3. Transformers: Age of Extinction — 2014

Foto: Vanity Fair

Transformers: Age of Extinction adalah bukti nyata kalau kritikan dan ulasan jelek tidak ada pengaruhnya. Film ini mendapatkan cap Busuk di Rotten Tomatoes setelah meraih skor 18%. Tapi, di box office, Transformers: Age of Extinction malah meraup USD1,1 miliar (Rp19,3 triliun) dan menjadi film terlaris pada 2014.

Transformers: Age of Extinction dihujat habis-habisan karena berbagai macam faktor. Durasinya yang panjang, yaitu 2 jam 45 menit, tidak dimanfaatkan dengan baik karena film itu kacau dengan cerita yang berbelit-belit dan penggambaran karakter yang tidak sesuai. Tapi, penonton sepertinya tidak mempedulikan itu dan tetap menikmati film tersebut.

2. Transformers: Dark of the Moon — 2011

Foto: Netflix

Transformers: Dark of the Moon dikritik karena terlalu bertele-tele hingga durasi 2 jam 34 menit terasa buang waktu karena ceritanya yang ke mana-mana, karakternya yang kurang berkembang, dan kurangnya emosi. Kritikus di Rotten Tomatoes mengganjar film ini dengan skor Rotten sebesar 33% di Tomatometer. Tapi, penonton tidak mengindahkan ulasan mereka dengan Transformers: Dark of the Moon malah berjaya di box office dengan meraup USD1,123 miliar (Rp19,78 triliun).

Bisa dibilang, 2011 adalah masa ketika orang tidak peduli dengan ulasan kritikus di Rotten Tomatoes. Dari 5 besar film terlaris di tahun itu, 3 di antaranya — Transformer: Dark of the Moon, Pirates of the Caribbean: On the Stranger Tides, dan The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 — mendapatkan rating Busuk di Rotten Tomatoes. Tapi, Dark of the Moon dan On the Stranger Tides malah meraup lebih dari USD1 miliar (Rp17,6 triliun) dan menduduki top 3 bersama Harry Potter and the Deathly Hallow Part 2.

1. Jurassic World: Fallen Kingdom — 2018

Foto: ScreenRant

Jurassic World: Fallen Kingdom mendapatkan skor 47% di Rotten Tomatoes. Angka ini adalah yang paling tinggi di daftar ini, tapi terhitung sebagai film Busuk. Meski begitu, penilaian para kritikus tidak menggoyahkan keyakinan penonton yang tetap pergi ke bioskop untuk menonton film ini.

Kritikus menyebut Jurassic World: Fallen Kingdom tidak logis, kurangnya perkembangan karakter, tone yang tidak konsisten, dan pacing-nya yang buruk. Tapi, penonton dan penggemar franchise itu tidak peduli. Film ini tetap laku dan bahkan menjadi top 3 film terlaris pada 2018 dengan meraup USD1,31 miliar (Rp23 triliun) di belakang Avengers: Infinity War dan Black Panther.

Catatan: Daftar dibuat berdasarkan pencapaian box office dengan skor Tomatometer di bawah 50% dari Rotten Tomatoes. Konversi dari USD ke Rp dibuat berdasarkan kurs saat artikel ini dibuat tanpa memperhitungkan inflasi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *