10 Karakter Anime yang Ternyata Seorang Reformis, Berusaha Ubah Sistem demi Masa Depan

Roy Mustang, Shunsui Kyouraku, Satoru Gojo
Karakter seperti Roy Mustang, Shunsui Kyouraku, dan Satoru Gojo, dikenal punya prinsip kuat untuk menjadikan masa depan yang lebih baik dan lepas dari sistem korup. (Foto: Reddit/Bstation/Fiction Horizon)

Ada banyak karakter anime yang muak dengan sistem yang mereka hadapi di dunia mereka, dari status quo, korupsi, penyelewengan kekuasaan, sampai penindasan terselubung. Beberapa orang kemudian tergerak untuk mereformasinya demi masa depan yang lebih baik dan layak bagi semua. Cara mereka pun bermacam-macam.

Karakter seperti Eren Yeager atau Lelouch lebih suka mewujudkan perubahan itu dengan cara yang ekstrem. Tapi, ada yang melakukannya dengan cara yang lebih diplomatis dan “halus”. Bahkan, orang-orang ini tidak memperlihatkan kalau diri mereka adalah reformis secara terang-terangan.

Mereka punya rencana, dari yang kacau, sederhana, sampai disusun dengan matang, untuk mewujudkan perubahan yang mereka inginkan tersebut. Beberapa di antaranya berhasil meski harus banyak berkorban. Tapi, ada juga yang masih dalam proses dan butuh waktu.

Siapa saja karakter anime yang punya pandangan reformis? Simak ulasannya berikut!

10. Shion — Hell’s Paradise

Foto: Jigokuraku Wiki – Fandom

Para algojo Yamada Asaemon dilihat sebagai manusia yang dingin dan tidak punya koneksi emosional. Shion ingin mengubah klan itu agar menjadi manusia yang lebih mengharagai kehidupan, punya empati, dan koneksi pribadi. Pendekatannya untuk mereformasi klan itu terlihat dalam aksi dan filosofi hidupnya.

Shion menentang ide kalau para algojo harus tidak punya emosi dengan mengakui adanya rasa kemanusian di dalam diri penjahat adn algojo, dengan belajar menghargai hidup ketimbang sekadar menjalaninya. Dia melanggar aturan dengan bertindak sebagai figur ayah bagi semua siswanya dan melindungi penjahat lemah seperti Nurugai. Bentuk reformasi yang diusung Shion adalah memastikan kalau Asaemon tidak hanya alat kematian, tapi juga manusia yang bisa melindungi kehidupan dan kehormatan kemanusiaan di dalam diri mereka sendiri.

9. Sentouin D — Go! Go! Loser Ranger!

Foto: CBR

Sentouin D yang sudah muak dengan kemunafikan para Ranger. Dia pun bertekad untuk mengekspos sistem korup itu dari dalam. Sentouin D pun menyusup ke tubuh Pasukan Ranger dengan menyamar sebagai manusia dan memulai misinya.

Sentouin D melakukan apa pun yang dibutuhkan seperti mencuri Peralatan Ilahi hingga berusaha membunuh para pemimpin Ranger, terutama Pemimpin Merah yang dianggapnya sebagai penyeleweng kekuasaan yang arogan. Sentouin D berusaha membalik keadaan dengan mengekspos kalau para pahlawan itu sebenarnya adalah tirani yang tidak bermoral. Sementara karakter lain ingin mereformasi sistem itu dari luar, pendekatan Sentouin D jauh lebih radikal demi mengakhiri hierarki saat ini dan menjamin kalau spesiesnya tidak lagi ditindas.

8. Marlo Freudenberg — Attack on Titan

Foto: NamuWiki

Dari sekian banyak karakter di Attack on Titan yang menginginkan perubahan di Pulau Paradis, Marlo Freudenberg punya prinsip sendiri. Dia tidak mau memerangi Titan seperti Eren atau menjadi jagoan seperti Levi. Lebih dari itu, Marlo ingin membersihkan sistem di wilayah tersebut.

Marlo adalah lulusan Pasukan Kadet 104, satu angkatan dengan Eren, tapi beda divisi. Dia bergabung dengan Pasukan Polisi Militer bukan karena takut menghadapi Titan, tapi ingin bersih-bersih. Marlo ingin naik jabatan hingga ke atas sehingga dia bisa menghentikan penggelapan pajak dan penyalahgunaan tanah yang dilakukan pemerintah setempat.

7. Senku Ishigami — Dr. Stone

Foto: GameRant

Senku tidak hanya mengubah dunia, tapi juga merevolusinya setelah terbangun dari petrifikasi. Dengan pengetahuan sainsnya yang luar biasa, dia membangun ulang peradaban modern dari awal dengan menggunakan kemampuannya. Visinya berfokus pada egalitarianisme, dengan dengan menggunakan sains untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengetahuan semua orang.

Senku merestorasi peradaban dengan mengkreasi ulang teknologi yang hilang dari hal sepele semacam sabun sampai komputer. Dia merangkul banyak orang untuk diajaknya membangun kembali dunia yang Kembali ke masa batu tersebut. Senku ingin menciptakan masyarakat yang baru, lebih cerdas, dan lebih penuh kasih untuk menghindari kesalahan sebelumnya sementara menemukan ulang keajaiban umat manusia.

6. Yang Wen-li — Legend of the Galactic Heroes

Foto: Heroes Wiki – Fandom

Yang Wen-li ingin mengubah masyarakat tanpa harus menggunakan kekuasaan politik secara langsung. Alih-alih, dia melakukannya melindungi dan memegang teguh prinsip demokrasi serta tekad diri yang kuat. Sebagai seorang prajurit, dia percaya kalau tujuan sebuah negara adalah dengan melayani rakyatnya, bukan sebaliknya.

Wen-li kerap mengkritik Aliansi Planet Merdeka, meski yakin kalau demokrasi lebih baik ketimbang otokrasi. Dia menolak mengambil alih pemerintahan atau menjadi dictator karena mempercayai hak untuk membuat kesalahan. Wen-li melihat dirinya sebagai pejaga “akar” demokrasi ketimbang seorang reformis atas struktur yang cacat.

5. Shunsui Kyouraku — Bleach

Foto: BleachHD Wiki – Fandom

Shunsui Kyouraku muak dengan tradisi kaku dan tangan besi Soul Society. Setelah menjabat sebagai Kapten Komandan, dia berusaha mengubah sistem itu menjadi lebih pragmatis dan transparan. Dia memprioritaskan hasil, mengayomi generasi baru, menjembatani bangsawan dan warga Rukongai, dan menyarankan hubungan yang lebih baik dengan dunia manusia.

Shunsui melakukan banyak perubahan setelah menggantikan Genryusai Shigekuni Yamamoto. Dia mempromosikan dua letnan, berkolaborasi dengan sekutu, mempersempit jurang antara Central 46 dan Gotei 13, membimbing pemimpin baru seperti Rukia serta Renjim dan membuat keputusan kontroversial dengan membebaskan Sosuke Aizen untuk melawan Yhwach. Gaya kepemimpinannya ini sangat berbeda dengan Yamamoto karena Shunsui yakin pentingnya perubahan demi masa depan yang lebih baik.

4. Roy Mustang — Fullmetal Alchemist: Brotherhood

Foto: IMDb

Roy Mustang ingin mereformasi Amestris dari kerajaan militer menjadi negara demokratis. Rasa bersalahnya atas aksinya di Perang Sipil Ishval mendorongnya untuk melakukan reformasi itu. Roy berniat menjadi Fuhrer-Presiden sehingga dia bisa membubarkan struktur militer dari atas ke bawah dan mencegah hilangnya banyak nyawa.

Demi mewujudkan reformasinya itu, Roy sudah menyusun banyak rencana yang matang. Dia akan memberi kuasa pada parlemen dan menggelar pemilu, mengekspos kejahatan perang yang dilakukan militer, rekonsiliasi dengan Ishval, sampai menghapus sistem alkemis negara. Ambisi Roy ini adalah campuran antara ego dan pengorbanan diri untuk menebus kesalahan masa lalu.

3. Korosensei — Assassination Classroom

Foto: Ranker

Korosensei muak dengan ketidakadilan di dunia. Dia ingin mengubah dunia yang kaku dan tidak bisa menerima orang dengan kondisi mereka masing-masing. Cara yang dia ambil pun cukup unik: dia memilih menjadi guru kelas 3-E yang tidak digubris pihak sekolah untuk membuat mereka jadi lebih kuat dengan menjadi pembunuh.

Korosensei mendidik para siswa itu agar bisa lebih percaya diri demi melawan sistem korup ranking dan hierarki social sekolah yang korup. Guru mirip gurita itu ingin menciptakan orang yang tidak akan hancur karena tekanan sosial, sehingga mereformasi masyarakat dari bawah ke atas. Untuk sebuah kelompok kecil, Korosensei berhasil melakukan reformasi itu.

2. Akane Tsunemori — Psycho-Pass

Foto: Psycho-Pass Wiki – Fandom

Akane Tsunemori sadar kalau Sistem Sibyl telah mengekang kehidupan masyarakat dan ingin melakukan sesuatu untuk mengubahnya. Tapi, Akane pun tahu kalau dia tidak bisa begitu saja melakukan perlawanan terhadap sistem “dewa” itu. Makanya, dia bekerja dari dalam sistem tersebut demi mencegahnya menyelewengkan wewenang.

Akane ingin agar sistem itu bekerja secara etis, meminimalisasikan penggunaan kekerasan, dan memaksa sistem itu agar mengakui kekuasaan manusia atas penilaian algoritma mutlak. Dia berniat membawa masyarakat menuju masa depan di mana mereka tidak perlu lagi sistem itu dengan memprioritaskan keadilan moral di atas perdamaian buta. Akane pun menjelma menjadi sosok yang unik bagi Sibyl, yang mempertahankan Psycho-Pass bersih meski tahu kebenarannya, sehingga dia bisa memeriksa kekuatan sistem itu tanpa disingkirkan.

1. Satoru Gojo — Jujutsu Kaisen

Foto: The Mary Sue

Satoru Gojo membenci status quo yang dipegang para petinggi konservatif Jujutsu karena mereka masih kaku, egois, dan memprioritaskan mempertahankan kekuasaan ketimbang melindungi umat manusia. Dia tidak segan-segan mengejek dan mengabaikan perintah para petinggi untuk menunjukkan kalau kekuatannya membuat wewenang mereka tidak relevan. Pada akhirnya, Satoru memang mempreteli otoritas para petinggi itu dan mengubah sistem secara keseluruhan.

Satoru ingin agar masyarakat Jujutsu terbebas dari ketidaksetaraan, seksisme, dan tradisionalisme. Dia bermaksud menganti itu semua dengan orang-orang yang bisa menciptakan sistem yang lebih sehat. Makanya, dia bekerja keras menciptakan generasi baru penyihir yang punya empati dan kuat dengan memberi mereka pendidikan yang tepat. Dan, dia berhasil.

Catatan: Daftar ini berisi karakter yang berjuang dengan cara “baik”, bukan dengan kekerasan ekstrem seperti Eren Yeager, Lelouch vi Britannia, atau Shogo Makishima.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *