10 Film Bermodal Besar, tapi Nggak Laku di Bioskop dalam 5 Tahun Terakhir

Film populer seperti Black Adam, Snow White, dan The Marvels gagal tampil sempurna di box office dan rugi besar. (Foto: SYFY/IMDb/The Mary Sue)

Dalam lima tahun terakhir, industri film sudah mulai bangkit sejak terpuruk dari pandemi pada 2020. Banyak film mahal diproduksi dengan marketing atau promosi yang jor-joran. Tapi, tidak semuanya berhasil.

Sejumlah film bertabur bintang dan promosi besar-besaran justru gagal di box office. Sebagian besar bahkan diproduksi dengan biaya fantastis. Sayangnya, mereka gagal menarik minat penonton.

Banyak faktor yang membuat film-film populer itu gagal di box office. Sentimen terhadap para pemerannya dan buruknya ulasan dari kritikus menjadi alasan utamanya. Dalam beberapa tahun terakhir, tren itu jelas terlihat. Jadi, apa saja film bermodal besar, tapi gagal meraup untung di box office selama lima tahun terakhir? Simak ulasannya berikut!

10. Black Adam — 2022

Foto: Entertainment Weekly

Dwyane “The Rock” Johnson sangat pede saat memasarkan film ini. Dia dengan pongah menyebut kalau Black Adam lebih baik dari Superman. Tapi, fakta di lapangan berkata lain.

Di box office, film ini memang meraup USD393 juta (Rp6,72 triliun). Tapi, hasil itu diperkirakan belum mampu membuat Black Adam meraih laba. Film itu dibuat dengan anggaran mencapai USD250 juta (Rp4,27 triliun) dan itu belum termasuk biaya marketing.

9. The Flash — 2023

Foto: Variety

Antipati dan sentimen terhadap Ezra Miller, bintang utama The Flash, menjadi salah satu penyebab orang malas menonton film ini. Perilaku kasar dan tuduhan kekerasan seksual membuat reputasi Ezra runtuh dan itu mempengaruhi film yang dia bintangi. The Flash jelas ikut menderita.

Dengan anggaran USD200 juta (Rp3,42 triliun), film ini gagal meraih break-event-point (BEP) dengan mengantongi pendapatan USD271,3 juta (Rp4,64 triliun) di box office. Selain faktor Ezra, cerita film ini juga lemah. Kehadiran Michael Keaton sebagai Batman bahkan tidak banyak membantu.

8. Wish — 2023

Foto: Collider

Wish seharusnya menjadi puncak perayaan 100 tahun Disney. Sayangnya, film animasi orisinal itu malah gagal mendapatkan perhatian penonton. Wish benar-benar berbeda dari film putri-putrian dari Mouse House tersebut.

Plot film ini kacau dan karakternya juga lemah. Selain itu, Wish tidak punya pesan yang jelas seperti film-film animasi lain produksi Disney. Diproduksi dengan biaya USD200 juta (Rp3,42 triliun), film ini hanya mampu meraup USD254,9 juta (Rp4,36 triliun) di box office.

7. Furiosa: A Mad Max Saga — 2024

Foto: The Mary Sue

Kesuksesan Mad Max dan Mad Max: Fury Road mendorong dibuatnya Furiosa: A Mad Max Saga. Sayang, seri ketiga itu gagal menyamai rekor dua film sebelumnya. Furiosa, yang digarap dengan anggaran USD168 juta (Rp2,87 triliun), meraup USD174,2 juta (Rp2,98 triliun) di box office.

Kurangnya kekuatan bintang menjadi salah satu faktor mengapa film ini gagal menarik massa. Sepertinya, popularitas Chris Hemsworth dan Anya Taylor-Joy belum mampu menyaingi kekuatan Tom Hardy dan Charlize Theron di film sebelumnya. Selain itu, tidak adanya Mad Max membuat film ini dianggap kurang menarik.

6. Joker: Folie a Deux — 2024

Foto: MovieWeb

Joker 2 atau Joker: Folie a Deux sudah sangat dinantikan penonton setelah film pertamanya yang dirilis pada 2018 meledak. Banyak yang berharap bisa menyaksikan kegilaan aksi Arthur Fleck di sekuel tersebut. Sayang, penampilan itu mengecewakan banyak penggemar.

Joker 2 tampil dengan format musikal. Meski sudah diberitahu sebelumnya, tapi penggemar tetap kecewa. Akibatnya, Folie a Deux jeblok di box office dengan meraup USD206,4 juta (Rp3,53 triliun) atau hanya selisih sedikit dari anggarannya yang mencapai USD200 juta (Rp3,42 triliun).

5. Elio — 2025

Foto: IMDb

Pixar jarang gagal dengan film-film animasinya. Tapi, rekor itu akhirnya pecah dengan dirilisnya Elio. Film tersebut meraup USD154 juta (Rp2,63 triliun) di box office dan dibuat dengan biaya USD200 juta (Rp3,42 triliun).

Salah satu faktor terbesar buruknya penampilan Elio di box office adalah pengunduran jadwal tayangnya. Film itu diundur penayangannya selama setahun setelah trailer awalnya dirilis. Selain itu, kampanye marketing Elio juga gagal menjual daya tarik film tersebut.

4. Haunted Mansion — 2023

Foto: IMDb

Salah satu faktor keberhasilan sebuah film di box office adalah waktu perilisan. Salah Waktu pemutaran, bisa berakibat fatal. Ini pula yang terjadi pada Haunted Mansion.

Film bernuansa horor komedi itu dirilis pada musim panas, bukan pada bulan Oktober menjelang Halloween. Selain itu, Haunted Mansion juga berhadapan langsung dengan dua “raksasa” kala itu, yaitu Oppenheimer dan Barbie. Akibatnya, film itu jeblok dan mendapatkan USD117,4 juta (Rp2,01 triliun) di box office dari anggaran USD150 juta (Rp2,56 triliun).

3. Snow White — 2025

Foto: The Hollywood Reporter

Jauh sebelum dirilis, remake live-action Snow White sudah menimbulkan kontroversi. Pemilihan Rachel Zegler sebagai Snow White diprotes karena terlalu woke dan tidak sesuai cerita. Belum lagi, aktris itu malah mengungkapkan pernyataan yang memicu sentimen penggemar.

Kalau ada yang percaya bad campaign is good campaign, maka itu tidak terjadi pada film ini. Dengan sentimen yang terus memuncak, film ini pun gagal tampil seperti remake live-action lain produksi Disney. Dari anggaran pembuatan yang mencapai USD269 juta (Rp4,6 triliun), Snow White hanya meraup USD205 juta (Rp3,5 triliun) di box office.

2. Tron: Ares — 2025

Foto: WIRED

Tron: Ares merupakan seri ketiga dari serial Tron. Sayangnya, film ini malah tampil mengecewakan. Penggemar kecewa dengan kurangnya hubungan film ini dengan seri sebelumnya dan hadirnya Jared Leto sebagai salah satu bintangnya.

Dengan anggaran USD220 juta (Rp3,76 triliun1422), film itu hanya mampu mendapatkan USD142,2 juta (Rp2,43 triliun) di box office. Tron: Ares juga tidak bisa bertahan lama di bioskop. Kegagalan ini sekaligus membungkus trilogi yang awalnya sangat disukai penggemar itu.

1. The Marvels — 2023

Foto: The Mary Sue

The Marvels akan diingat sebagai entri terburuk Marvel Cinematic Universe (MCU). Film ini gagal total di box office dan menjadi yang paling rugi di sepanjang sejarah franchise superhero popular tersebut. Ada banyak faktor penyebabnya.

The Marvels adalah salah satu film termahal yang pernah dibuat Marvel dan Disney. Dengan anggaran USD270 juta (Rp4,6 triliun), film ini malah rugi dengan hanya meraup USD206,1 juta (Rp3,52 triliun). Kelelahan superhero, kewajiban menonton film atau seri sebelumnya, dan sentimen terhadap pemerannya menjadi faktor yang membuat The Marvels gagal merebut perhatian penonton.

Catatan: Daftar ini tidak memasukkan film-film yang dirilis langsung ke platform berbayar. Konversi dari USD ke Rp menggunakan kurs saat ini tanpa memperhitungkan inflasi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *