
Avengers: Endgame adalah puncak sinematik Marvel Cinematic Universe (MCU). Film yang memungkasi perjalanan Infinity Saga di sepanjang Fase 1-3 ini dijadikan standar bagi masa depan film dari waralaba superhero terkenal tersebut. Standar inilah yang kemudian membuat film setelah Endgame dituntut untuk punya level yang sama.
Akibatnya, banyak yang kecewa. Banyak film setelah Endgame yang dinilai mengecewakan dan tidak memenuhi harapan penonton. Dibarengi dengan kelelahan terhadap genre superhero, penampilan film-film MCU setelah Endgame terasa melempem.
Meski begitu, sebenarnya masih banyak film MCU yang layak dan enak untuk ditonton setelah Endgame. Film-film ini memang tidak punya sinematografi atau kedalaman emosi yang sama seperti Endgame. Tapi, mereka punya banyak perkembangan karakter dan pembangunan dunia yang punya level berbeda dari Avengers 4 itu dengan tema move on yang kuat.
Apa saja film terbaik MCU setelah Avengers: Endgame? Simak ulasannya berikut!
10. The Fantastic Four: First Steps

Setelah dinanti sekian lama, Marvel akhirnya merilis The Fantastic Four versi MCU. Penampilan para aktor di film ini begitu meyakinkan. Meski berbeda dengan adaptasi sebelumnya, versi MCU ini dianggap paling mendekati komiknya.
The Fantastic Four: First Steps lebih berfokus pada dinamika keluarga Richards yang berasal dari Earth-828 yang punya latar 1960-an yang futuristik. Latar ini berbeda dari setting utama MCU yang terjadi di Earth-616. Meski ada kekurangan di sana sini, tapi, kedalaman emosinya cukup sejalan dengan tema besar yang diusung MCU di sepanjang perjalanannya.
9. Black Widow

Black Widow dirilis di waktu yang salah. Meski ceritanya seru dan menampilkan sisi lain Natasha Romanoff, tapi perilisan film ini dirasa sudah telat. Banyak yang berpendapat, Black Widow seharusnya tayang sebelum Avengers: Endgame.
Black Widow mengeksplorasi masa lalu Natasha sekaligus memperkenalkan “keluarga” dan penggantinya di MCU. Apa yang terjadi di masa lalu Natasha sangat berpengaruh pada kepribadiannya selama di Avengers. Black Widow juga menandai perpindahan tongkat dari Natasha ke Yelena Belova di MCU.
8. Eternals

Kritikus menyebut Eternals sebagai salah satu film terburuk MCU. Faktanya, film ini adalah yang pertama diberi rating busuk di Rotten Tomatoes. Cast yang besar dan plot yang terlalu padat membuat film ini tidak disukai kritikus.
Tapi, mereka yang menonton ulang film ini akhirnya mengapresiasi plot dan karakter yang terlibat. Eternals punya kedalaman yang tidak dipunyai film lain di MCU. Masing-masing karakter di film ini punya potensi untuk digali lebih dalam, entah kapan.
7. Thunderbolts*

Thunderbolts* mempertemukan sejumlah antihero dan villain di dunia MCU. Banyak kekacauan yang tercipta di dalamnya, tapi film ini tetap menjadi tontonan yang asyik. Meskipun, hasilnya di box office tidaklah terlalu baik.
Thunderbolts* mengangkat politik sebagai tema besarnya. Tapi, fokus di film ini adalah menemukan diri sendiri setelah tragedy terjadi. Persatuan orang-orang “sakit” ini punya kedalaman emosi karena ingin lepas dari bayang-bayang masa lalu mereka yang kelam.
6. Black Panther: Wakanda Forever

Banyak beban yang diemban Black Panther: Wakanda Forever saat dirilis. Film ini mengalami perubahan cerita dan plot setelah aktor utamanya, Chadwick Boseman, meninggal dunia sebelum syuting. Sang sutradara, Ryan Coogler, membuat pertaruhan besar untuk film ini.
Wakanda Forever menjadi tribute untuk Chadwick yang memerankan T’Challa. Film ini berfokus pada Shuri yang harus menjadi pengganti sang kakak untuk memimpin Wakanda di tengah tekanan dari banyak pihak yang ingin merebut kekuasaan kerajaan itu. Black Panther: Wakanda Forever menjadi tonggak bagi MCU dan kerajaan itu untuk bergerak maju setelah mengalami duka.
5. Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Doctor Strange in the Multiverse of Madness menunjukkan betapa berbahayanya duka seorang wanita yang kehilangan segalanya. Wanda Maximoff dalam bentuk Scarlet Witch mengacaukan semesta karena masih belum ikhlas melepas kepergian keluarga imajinasinya. Stephen Strange harus menghentikan ulah Scarlet atau seluruh semesta bisa hancur.
Sekuel Doctor Strange ini lebih menitikberatkan pada sisi psikologis. Baik Strange maupun Wanda mengalami perjalanan psikis yang menyiksa. Ending Doctor Strange in the Multiverse of Madness bisa dibilang bittersweet dengan perkenalan satu sosok yang penting untuk masa depan MCU, Clea.
4. Guardians of the Galaxy Vol. 3

Dari tiga film Guardians of the Galaxy, Vol. 3 adalah yang paling emosional. Penutup trilogi petualangan Peter Quill alias Star-Lord itu berfokus pada sosok Rocket Raccoon. Tidak ada yang menyangka kalau karakter itu punya masa lalu kelam dan sangat menyedihkan.
Guardians of the Galaxy Vol. 3 juga membuka jalan untuk kisah lanjutan bagi Star-Lord. Bos geng antargalaksi nyentrik itu memutuskan meninggalkan antariksa dan pulang ke bumi. Yang terjadi di ending film ini diduga punya pengaruh di Avengers: Doomsday.
3. Spider-Man: Far from Home

Film pertama yang dirilis setelah Avengers: Endgame adalah Spider-Man: Far from Home. Sekuel Homecoming tersebut memperlihatkan dampak dari dahsyatnya peristiwa di film sebelumnya. Beban moral dan psikologis ditanggung Peter Parker alias Spider-Man yang turut dalam perang besar melawan Thanos bersama Avengers.
Plot berfokus pada Peter yang kehilangan sosok mentor dan berusaha untuk mencari penggantinya. Perjalanan emosional itu membawanya menemukan diri sendiri. Far from Home memaksa Peter untuk menjadi dirinya sendiri tanpa kehadiran Tony Stark.
2. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menjadi film pertama MCU dengan karakter utamanya adalah keturunan Asia. Berbeda dari film-film lain di franchise ini, Shang-Chi sangat bergantung pada pertarungan berbasis seni bela diri. Ini membuat filmnya sangat menghibur, intensif, dan asyik ditonton.
Cerita Shang-Chi berfokus pada drama keluarga yang dikemas dengan begitu emosional dan mendalam. Kedalaman dan perkembangan karakter di film ini punya level berbeda dibanding seri lain di MCU. Shang-Chi mengisahkan betapa susahnya orang untuk move on dari cinta sejatinya dan bisa melakukan apa pun asal tetap bersama dirinya.
1. Spider-Man: No Way Home

Sampai saat ini, Spider-Man: No Way Home masih ditahbiskan sebagai film terbaik dan paling laris MCU pasca-Avengers: Endgame. Di box office, No Way Home meraup USD1,91 miliar (Rp34,52 triliun). No Way Home menjadi film pertama MCU yang mempertemukan 3 Spider-Man dari semesta yang berbeda.
Banyak adegan yang menguras emosi terjadi dan ending film itu pun punya dampak besar di dunia MCU. Perkembangan karakter Peter Parker menjadi salah satu titik terbesar dan paling emosional di Spider-Man: Homecoming 3 itu. Di akhir No Way Home, Peter meminta agar seluruh dunia melupakannya, tapi tetap mengingat Spider-Man supaya semua orang bisa tetap hidup.
Catatan:
*) Konversi dari USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini dibuat tanpa menghitung inflasi dan faktor lain.