
Dua tahun lalu, Cillian Murphy berdiri dengan wajah sumringah di atas panggung Oscar. Setelah menerima piala untuk Aktor Terbaik dari Brendan Fraser, dia tidak langsung bicara. Cillian membiarkan tepuk tangan dari para hadirin membahana dan selesai.
Pidatonya pun tidak panjang dan bertele-tele. Dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Christopher Nolan dan para kru film Oppenheimer serta orang-orang yang selalu mendukungnya selama ini. Piala Oscar-nya dipersembahkan Cillian untuk para penjaga perdamaian alias peacemaker.
Pesannya memang sederhana, tapi maknanya mendalam.
“Kami membuat film tentang seorang pria yang menciptakan bom atom. Suka atau tidak, kita semua hidup di dunia Oppenheimer. Jadi, saya ingin mendedikasikan ini untuk para penjaga perdamaian di mana saja,” ucap Cillian dalam pidato tersebut.
Oscar itu adalah pencapaian tersendiri bagi Cillian. Di tahun yang sama, dia juga mendapatkan penghargaan di BAFTA, Golden Globe, dan SAG Awards atas perannya sebagai Oppenheimer di film besutan Christopher Nolan tersebut. Yang menarik, Cillian baru sekali ini dinominasikan untuk aktor terbaik Oscar dan langsung menang.

Tidak banyak aktor atau aktris yang baru sekali dinominasikan langsung menang di Academy Awards. Cillian adalah salah satunya. Yang lainnya termasuk Brie Larson, Margot Robbie, dan Rami Malek.
Bagi Cillian, piala itu punya arti tersendiri. Penghargaan tersebut merupakan bukti kerja keras yang telah dia pupuk sejak 20 tahun lalu. Meski, dia mengaku tidak menyangka bakal menang malam itu.
“Piala ini sangat berarti bagi saya. Saya tidak tahu apa tahu saya mengatakannya saat pidato karena saya tidak ingat apa yang saya katakan,” ujar Cillian, saat konferensi pers yang digelar setelah pengumuman pemenang, seperti dikutip dari Daily Mail.
Cillian memulai kariernya di dunia akting saat masih berusia 20-an. Dia jatuh cinta dengan acting setelah menonton pertunjukan A Clockwork Orange di sebuah klub malam. Saat kuliah di jurusan hukum University College Cork pada 1996, cowok kelahiran 25 Mei 1976 itu mulai serius menekuni drama.
Ketertarikannya itu membuahkan hasil. Meski secara akademik termasuk cerdas saat masih sekolah, Cillian tidak lulus ujian saat kuliah. Gagal menjadi pengacara, anak sulung dari 4 bersaudara itu pun banting stir ke dunia panggung pertunjukan.
Cillian mulai mendapatkan perhatian setelah berhasil mendapatkan peran penting sebagai Pig di drama Disco Pigs pada 1996. Pertunjukan itu meledak dan tur Eropa, Asia, serta Amerika Utara pun digelar. Drama itu kemudian diadaptasi menjadi film pada 2001 dengan Cillian menjadi salah satu bintangnya.
Kesuksesan Disco Pig membawa Cillian ke panggung yang lebih besar. Dia mulai menerima tawaran bermain film meski perannya kecil. Cillian bahkan sempat beradu akting dengan Daniel Craig pada 1999 lewat film The Trench.
Breakthrough-nya sebagai aktor besar dimulai setelah Danny Boyle menggaetnya untuk membintangi film 28 Days Later pada 2002. Di film horor itu, Cillian berperan sebagai Jim, seorang kurir. Dia mengaku sempat kesulitan karena harus berbicara dengan logat London, sementara dia berasal dari Irlandia.

Namun, dari film itulah semuanya akhirnya menemukan jalan. Setelah membintangi 28 Days Later, dia mulai berkenalan dengan sutradara kondang asal Inggris, Christopher Nolan. Pada 2005, Cillian memerankan Scarecrow untuk Batman Begins.
Awalnya, Cillian ikut audisi untuk peran Bruce Wayne/Batman. Tapi, Christopher merasa kalau dia tidak cocok untuk peran itu dan mendapuknya sebagai Scarecrow. Ternyata, penampilan Cillian sebagai karakter penjahat itu membuat sang sutradara terkesan.
Tak hanya tampil di trilogi Dark Knight, Cillian turut tampil di sejumlah film lain yang juga ditukangi Christopher. Aktor itu muncul di Inception dan Dunkirk. Namun, baru di Oppenheimer-lah Christopher mempercayakan karakter utamanya kepada Cillian.
Pilihan Christopher tidak salah. Cillian tampil apik sebagai seorang ilmuwan jenius yang terjebak di tengah-tengah kepentingan politik dan pandangan pribadinya. Film inilah yang membuat nama Cillian kian berkibar di jagat perfilman dunia.

Peran sebagai J. Robert Oppenheimer membuat Cillian harus melakukan persiapan selama enam bulan sebelum syuting. Dia harus menguruskan badan agar pas dengan ukuran tubuh asli Oppenheimer dan melatih ekspresi wajahnya. Cillian yang terkenal vegan akhirnya makan daging demi totalitas perannya itu.
Sebelum membintangi Oppenheimer, nama Cillian sudah dikenal luas lewat perannya sebagai Tom Shelby di serial laris Netflix, Peaky Blinders, pada 2013. Serial itu berjalan hingga enam musim dan berakhir pada 2022 dengan total 36 episode. Cillian menyebut memerankan Tom itu anugerah, tapi membuat lelah.
Selama terlibat serial itu, dia harus bekerja selama 16 jam. Itu membuatnya selalu ingin pulang dan istirahat begitu syuting selesai. “Pulang ke apartemen kecil di akhir hari dan makan, lalu belajar dialog untuk hari berikutnya. Lalu, kalian berusaha tidur secukupnya,” ujar Cillian kepada The Guardian pada 2016.
Tahun ini, Cillian Kembali memerankan karakter Tom Shelby untuk film Peaky Blinders: Immortal Life. Film itu tayang di Netflix sebelum diputar di bioskop pada Maret lalu. Film ini mendapat rating bagus di Rotten Tomatoes, tapi buruk di IMDb.

Cillian dijadwalkan bakal tampil di sekuel 28 Years Later tahun ini. Dia juga akan membintangi sejumlah proyek yang belum diumumkan judulnya. Apa pun, karier aktor itu akan terus meningkat.
Selain film dan serial terkenal itu, Cillian juga pernah membintangi sejumlah film, baik sebagai aktor utama dan pendukung. Salah satunya adalah Breakfast on Pluto pada 2005. Di film itu, dia berperan sebagai seorang transgender yang ibunya. Peran ini membuatnya masuk nominasi di Golden Globe.
Meski terkenal sebagai bintang film, Cillian ternyata tidak menikmati ketenarannya. Dia justru lebih suka menarik diri dari publik dan hidup normal bersama keluarga kecilnya. Aktor itu bahkan memboyong keluarganya dari London ke Dublin pada 2015.
“Ketenaran mengagungkan segalanya: kalian bisa jalan-jalan dan ada orang yang memfoto kalian seperti peristiwa besar,” kata Cillian kepada People pada 2023.
Meski begitu, Cillian mengaku memahami kalau ketenaran adalah bagian dari pekerjaan seorang aktor terkenal. Aktor berusia 49 tahun itu mengatakan kalau dia tidak suka berada di tempat publik karena lebih suka berada di rumah. Dia hanya sesekali keluar untuk bersantai atau mempromosikan film.
“Saya tidak suka difoto orang. Saya merasa itu mengganggu,” ujar dia.
Selain itu, Cillian juga dikenal tidak suka teknologi. Ayah dua anak itu tidak punya ponsel dan bahkan tidak memasang internet di rumahnya. Sepertinya, dia memang suka hidup tenang.
Di sisi lain, Cillian adalah seorang pria yang setia. Setelah bertemu Yvonne McGuinness pada 1996, dia menikahi Wanita itu pada 2004. Hubungan mereka awet sampai sekarang dan telah dikaruniai dua orang anak, Malachy dan Aran.

Bagi Cillian, Yvonne adalah wanita yang mampu membuatnya tetap ‘menapak tanah’.
“Penting punya orang seperti itu. Hidup saya tidak begitu banyak berubah. Saya masih punya teman yang sama dan kami pergi ke tempat yang sama,” ujar Cillian.
Cillian terlahir di keluarga pendidik. Ayahnya adalah seorang penilik sekolah dan ASN di Departemen Pendidikan. Sementara, ibunya adalah seorang guru.
Namun, sejak kecil, Cillian sudah tertarik dengan seni. “Saya selalu tertarik dengan ide seniman: penulis, penulis drama, musisi. Hal-hal itu terlihat asing dan aneh di saat yang sama,” ucap dia kepada The Guardian.
Sebelum menjadi aktor, Cillian pernah mencoba peruntungannya di dunia musik. Dia dan teman-temannya membentuk sebuah band jazz-rock bernama Sons of Mr. Green Genes di mana dia menjadi gitaris. Band itu sempat mendapatkan kontrak rekaman, tapi mereka tolak. Cillian akhirnya memutuskan terjun ke dunia akting. (***)