
Anime bukan hanya misi dan pertarungan melawan penjahat yang mengincar orang-orang tak bersalah. Di sejumlah anime populer, perlawanan bisa terjadi antara kubu protagonis dengan pemerintah atau rezim berkuasa yang suka menindas rakyat. Cerita yang awalnya sederhana pun berubah menjadi sesuatu yang lebih kompleks dan mendalam.
Sejumlah anime tidak segan memperlihatkan betapa kejamnya perlakuan pemerintah yang korup terhadap rakyat jelata. Mereka dengan bebas menggunakan wewenangnya untuk menarik pajak tinggi dan mengekang distribusi kesejahteraan sampai rakyatnya menderita kelaparan di tengah kemiskinan. Di sisi lain, mereka tetap bisa menikmati kekayaan dari cara mereka menindas tersebut.
Rezim kejam ini juga melakukan penjajahan terhadap negara lain dan genosida terhadap kaum minoritas. Tentu saja, perlakuan mereka ini memicu perlawanan dari rakyat yang sudah muak. Mereka ingin membebaskan diri dan rakyat dari penindasan rezim kejam yang hanya memikirkan perut mereka dan golongan sendiri.
Apa saja pemerintahan paling korup di anime? Simak ulasannya berikut!
10. Masyarakat Jujutsu (Petinggi) — Jujutsu Kaisen

Status quo bisa menjadi zona nyaman bagi segelintir orang yang sudah terlalu lama berada di lingkaran kekuasaan. Inilah yang terjadi pada para petinggi di Masyarakat Jujutsu di Jujutsu Kaisen. Selama puluhan tahun, mereka terus mempertahankan tradisi dan sistem kaku yang membuat mereka terus bisa mempertahankan kekuasaan, sementara menekan mereka yang berada di luar kekuasaan tersebut. Mereka bisa menjatuhkan hukuman mati tanpa memberikan kesempatan bagi tervonis untuk membela diri.
Mereka bisa dengan bebas memberikan hukuman berat itu karena takut akan kehilangan posisi mereka. Sehingga, mereka akan terus berusaha untuk menekan para penyihir yang berpotensi menjadi lebih kuat dari mereka. Satoru Gojo yang sudah muak dengan keberadaan mereka berusaha mengubah sistem itu dan akhirnya dia sendiri yang menghapusnya demi membuka masa depan yang lebih baik bagi penyihir muda.
9. GHQ — Guilty Crown

Wabah penyakit yang melanda sebuah negara bisa membahayakan seluruh dunia kalau tidak ditangani dengan cepat. Di Guilty Crown, ketika terjadi wabah Virus Apocalypse, sebuah organisasi sekelas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), GHQ, didirikan di negara itu. Alih-alih menjadi pasukan penjaga perdamaian, Lembaga itu justru menindas rakyat Jepang dengan melakukan segregasi dan memberlakukan undang-undang perang.
GHQ bahkan punya pasukan kematian yang secara semena-mena membunuh warga Jepang yang tidak bersalah dan menggunakan mereka sebagai subyek penelitian yang kejam. Tindakan GHQ itu memang melampaui batas sampai banyak orang yang tidak tahan lagi dengan mereka. Sekelompok orang yang menamakan diri mereka sebagai Funeral Parlor alias Undertakers angkat senjata demi membebaskan Jepang dari kekuasaan Lembaga kejam tersebut.
8. Pemerintah Republik San Magnolia — 86

Rezim berkuasa sering kali merasa berhak untuk berlaku sewenang-wenang kepada rakyat demi kepentingan sendiri. Di 86, pemerintah Republik San Magnolia melakukan genosida terhadap kaum minoritas, Colorata, dan memaksa mereka masuk ke Sektor 86 agar mati di tengah peperangan. Negara itu sedang berperang melawan Kekaisaran Gladian yang menerjunkan pasukan drone.
Pemerintah San Magnolia mengklaim kalau perang itu tidak mengakibatkan korban jiwa di pihak mereka. Tapi, itu bohong karena mereka menggunakan warga yang ada di sektor 86 sebagai tameng dan tantara mereka untuk menghadapi pasukan Legion atau drone tersebut. Sejumlah faksi di 86 yang sudah muak dengan tindakan pemerintah akhirnya melakukan perlawanan atas ketidakadilan tersebut.
7. Pemerintah Kerajaan — Attack on Titan

Warga Pulau Paradis sangat bergantung pada Pasukan Pengintai dan Polisi Militer untuk melindungi mereka dari serangan Titan di Attack on Titan. Tempat itu sebenarnya punya pemerintah, yaitu Pemerintah Kerajaan, yang tidak mendapatkan dukungan dari rakyat. Di balik pemerintahan itu adalah orang-orang harus kekuasaan dan selalu membuat rakyat kelaparan agar tetap bisa mengendalikan keadaan.
Pemerintah itu sebenarnya bukan anggota kerajaan asli dengan membuat Raja Fritz palsu untuk mengalihkan perhatian publik dan mendapatkan kesetiaan mereka. Mereka juga menekan kemajuan teknologi demi mempertahankan kekuasaan mereka dan menahan perlawanan rakyat. Tapi, pada akhirnya, kepanjangan tangan mereka, Pasukan Pengintai dan Polisi Militerlah yang menggulingkan mereka demi membebaskan rakyat dari penindasan.
6. Sistem Sibyl — Psycho-Pass

Hidup di tengah masyarakat dengan angka kriminalitas tinggi memang tidak menyenangkan dan mencekam. Demi mencegah kejahatan terjadi, pemerintah dystopian Jepang membuat sebuah sistem antikejahatan dengan nama Sistem Sibyl di Psycho-Pass. Sistem ini bisa mendeteksi kemungkinan seseorang melakukan kejahatan sebelum insiden itu terjadi dan menyingkirkan mereka dengan skor kemungkinan tinggi.
Meski terlihat baik, tapi sistem ini juga merugikan dan menekan kebebasan di tengah masyarakat. Sistem itu memaksa orang untuk bekerja demi mempertahankan diri mereka untuk selalu menurut program itu agar tidak begitu saja dinetralkan dan tewas sia-sia. Sosok seperti Shogo Makishima berhasil mengelabuhi sistem itu dan berusaha untuk merobohkannya dengan cara yang terlalu ekstrem.
5. Soul Society (Pusat 46) — Bleach

Kehidupan nyaman, tentram, dan sejahtera hanya bisa dinikmati segelintir orang di Soul Society di Bleach. Pusat 46 menjadi pemberi keputusan di tempat tersebut dan mereka tidak memihak rakyat kecil. Di tengah sistem yang kaku, semua keputusan Pusat 46 selalu memihak pada kaum bangsawan dan mereka tidak segan memberikan hukuman berat bagi mereka yang berada di luar kaum tersebut.
Pusat 46 dikenal sangat suka tebang pilih ketika terjadi sebuah tindak kejahatan yang dilakukan para bangsawan. Mereka juga dengan semena-mena menghapus keberadaan Visored atau Shinigami yang mengalami Hollowfikasi dan mengendalikan perkembangan kemampuan atau teknologi di antara para Shinigami. Mereka yang sudah muak dengan tingkah Pusat 46, seperti Keisuke Urahara, Shunsui Kyouraku, dan bahkan Sosuke Aizen, berusaha mengubah sistem yang berlaku di Soul Society dengan cara mereka sendiri.
4. Kekaisaran — Akame ga Kill!

Hidup di bawah tekanan pemerintah yang korup membuat rakyat di Akame ga Kill! sengsara. Mereka harus menghadapi hari-hari dengan kemiskinan ekstrem akibat pajak tinggi yang membuat mereka tidak bisa membeli apa-apa dan makanan yang diatur oleh para bangsawan korup membuat mereka kelaparan. Saking busuknya, penguasa tempat itu, Perdana Menteri Honest, akan melakukan apa pun agar tetap berkuasa, termasuk meracuni kaisar dan memanipulasi anak mereka.
Selain korup, pemerintahan ini juga brutal bukan kepalang. Para bangsawan akan menarik para pelancong, warga sipil, dan pedagang ke rumah mereka untuk menyiksa para korban demi memuaskan kesenangan belaka. Muak dengan kondisi tersebut, sejumlah orang yang tergabung dalam grup pemberontak seperti Night Raid mulai kampanye untuk membebaskan kerajaan itu dari pemerintahan yang kejam.
3. Militer Negara — Fullmetal Alchemist: Brotherhood

Selama puluhan tahun, Amestris dikuasai rezim negara militer yang suka bertindak seenak hati dengan melakukan genosida dan mengurung jiwa orang-orang demi Lingkaran Transmutasi. Mereka tidak menoleransi perlawanan dan menggunakan manusia sebagai senjata pemusnah massal. Di Fullmetal Alchemist: Brotherhood, rakyat Amestris hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Bisa dibilang, rezim pimpinan Raja Bradley ini benar-benar tidak berperikemanusiaan. Pucuk pimpinan Komando Pusat dikendalikan sepenuhnya oleh monster yang menganggap manusia sebagai hewan ternak sehingga bisa dibuang kapan saja. Orang-orang seperti Mae Hughes dan Roy Mustang yang sudah muak terhadap kondisi itu kemudian diam-diam menyusun kekuatan untuk melawan demi menggulingkan rezim kejam tersebut.
2. Kekaisaran Britannia Suci — Code Geass

Penjajahan tidak akan pernah membawa kebahagiaan bagi daerah yang dijajah. Di Code Geass, penindasan itu berimbas pada penderitaan panjang yang berujung pada kemiskinan di wilayah terjajah. Keistimewaan dari Pemerintahan Kekaisaran Britannia Suci di Jepang hanya bisa dinikmati mereka yang mau bekerja sama dengan mereka.
Nepotisme yang merajalela di kawasan itu semakin memperburuk situasi dengan rakyat yang semakin tertindas. Sebagian orang kemudian diam-diam menyusun kekuatan untuk memberontak. Namun, tidak ada yang menyangka kalua kelompok pemberontak terbesar, Black Knight, justru dipimpin oleh salah satu pangeran buangan dari kerajaan tersebut, yaitu Lelouch Lamperouge.
1. Pemerintah Dunia — One Piece

Rakyat di One Piece hidup di bawah penindasan Pemerintah Dunia. Memerintah dengan kekuasaan absolut, mereka sangat semena-mena pada kaum yang lemah. Perbudakan, genosida, pajak yang tinggi, dan kendali atas kebenaran adalah praktik umum yang dilakukan Pemerintah Dunia terhadap rakyat mereka.
Hanya segelintir orang yang bisa hidup enak di bawah Pemerintahan Dunia, seperti Tenryuubito, Gorosei, Ksatria Suci, Marinir, dan alat militer lainnya. Para bajak laut yang mau bekerja sama dengan mereka juga bisa menikmati keistimewaan dari mereka. Tindakan sewenang-wenang ini pun memicu gerakan pemberontakan seperti Pasukan Revolusioner pimpinan Monkey D. Dragon yang ingin membebaskan rakyat dari penindasan.