10 Anime Populer yang Mengganti Karakter Utama Serialnya, Kebanyakan karena Saran Editor

Karakter anime yang kini dikenal sebagai protagonis seperti Yuji Itadori, Ichigo Kurosaki, dan Tanjiro Kamado awalnya tidak direncanakan tampil sebagai tokoh utama. (Foto: We Got This Covered/CBR/Medium)

Protagonis di anime adalah wajah serial tersebut. Sebuah tontonan akan lekat atau langsung diidentifikasikan dengan karakter utama begitu judulnya disebut. Namun, menemukan protagonis yang tepat, bukanlah pekerjaan mudah.

Faktanya, sejumlah anime terkenal harus mengganti protagonisnya. Ada yang diganti jauh sebelum manganya jadi serial karena saran dari tim editor penerbit. Tapi, ada pula yang diganti ketika cerita sudah berjalan karena karakter utamanya malah dirasa kurang menarik dan harus diganti.

Keputusan penggantian protagonis itulah yang membuat anime yang saat ini sudah tayang tampil seperti itu. Kalau saja kreatornya tidak mengganti tokohnya dan setia pada konsep awal, ceritanya mungkin akan berubah. Bisa jadi, anime yang sekarang sangat populer malah jadi tidak lagi menarik.

Apa saja anime yang mengganti protagonisnya? Simak ulasannya berikut!

Catatan: Daftar ini tidak memasukkan anime yang berganti protagonis di setiap season atau episode, seperti JoJo’s Bizzare Adventures atau Baccano.

10. Dandadan

Foto: ComicBook.com

Awalnya, Dandadan dimaksudkan hanya punya satu protagonis, yaitu Momo Ayase. Kreatornya, Yukinobu Tatsu berniat membuat sebuah cerita dengan lead cewek agar sedikit berbeda dari trope khas shounen. Namun, keinginannya itu sulit diwujudkan.

Editor Weekly Shonen Jump menyarankan agar Tatsu memberi protagonis cowok untuk memperluas target audience pembaca majalah tersebut. Mau tak mau, kreator itu menurut. Alih-alih mengubah protagonisnya, dia menambahkan karakter Ken Takakura alias Okarun sebagai karakter utama kedua.

9. Dragon Ball Z

Foto: CBR

Son Goku adalah protagonis di seluruh serial Dragon Ball. Tapi, di Dragon Ball Z, cerita Goku sebenarnya sudah selesai. Kreatornya, Akira Toriyama kemudian memutuskan menggeser Goku sebagai protagonis di serial itu dan menggantikannya dengan Son Gohan.

Mengutip CBR, kematian Goku adalah awal perkenalan Gohan sebagai protagonis di Dragon Ball Z. Sayangnya, Toriyama tidak melanjutkan rencananya untuk terus menggunakan Gohan sebagai protagonis di serial tersebut karena merasa kepribadian Gohan tidak cocok sebagai karakter utama. Dia kembali membawa Goku sebagai protagonis di Dragon Ball Super.

8. Death Note

Foto: Inconsistently Admirable Wiki/Near Pure Evil Wiki

Penulis Tsugumi Obata dan illustrator Takeshi Obata awalnya membuat Death Note dengan protagonis Taro Kagami, seorang ABG berusia 13 tahun. Di manga one shot yang menjadi pilot serial ini, Taro adalah seorang bocah yang secara tidak sengaja membunuh perundungnya dengan buku ajaib itu. Setelah itu, dia terus merasa bersalah.

Ketika Death Note mulai diserialkan, Tsugumi dan Takeshi memutuskan untuk tidak melanjutkan kisah Taro menggantinya dengan Light Yagami dengan cerita yang baru. Taro dinilai kurang cocok untuk menarik audience yang lebih luas karena masih kecil dan terus didera rasa bersalah. Sementara, Light yang arogan, manipulatif, dan dingin dirasa lebih cocok untuk serial ini.

7. Urusei Yatsura

Foto: Crunchyroll

Dari awal, Ataru Moroboshi dan Shinobu Miyake sudah ditetapkan sebagai pasangan protagonis di Urusei Yatsura. Kreator serial ini, Rumiko Takahashi, lalu memperkenalkan tokoh villain bernama Lum. Karakter ini seharusnya tampil di satu bab saja.

Tapi, desain, kekuatan, dan cinta tanpa syaratnya kepada Ataru membuat penggemar jatuh cinta pada Lum. Popularitas Lum pun meroket. Akibatnya, Rumiko kemudian mengubah peran Lum menjadi protagonis, meskipun Ataru dan Shinobu masih tetap menjadi pasangan utama di serial itu.

6. Attack on Titan

Foto: CBR/Facebook

Eren bukanlah pilihan pertama Hajime Isayama saat membuat Attack on Titan. Mengutip GameRant, karakter pertama yang dibuat Isayama sebagai protagonis adalah Murakumo yang tampil di Attack on Titan Volume 0. Karakter ini sebenarnya menarik karena mirip Eren.

Tapi, saat mengembangkan seri panjang Attack on Titan, Isayama akhirnya mengganti Murakumo dengan Eren Yeager. Karakter Eren dirasa juga lebih pas dengan pengembangan plot serial ini. Di Volume 0, Titan punya kaitan dengan hal gaib, sementara di Attack on Titan, makhluk itu adalah hasil eksperimen pemerintah.

5. My Hero Academia

Foto: ScreenRant

Awalnya, Kohei Horikoshi membuat prototype character bernama Jack Midoriya di manga pilotnya, My Hero. Ketika akhirnya diberi kesempatan untuk membuat serial panjang, Horikoshi mengadopsi karakter Jack menjadi Izuku Midoriya. Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan target audience-nya.

Jack adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan pendukung pahlawan dan tidak punya Quirk sehingga bergantung seutuhnya pada gawai. Editor di Weekly Shonen Jump mengatakan kalau karakter ini jelas akan kalah dengan karakter lain yang lebih kuat. Horikoshi akhirnya mengubah fondasi ceritanya dan memasukkan karakter Izuku yang dibuat berdasarkan Jack.

4. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Foto: Automaton/GameRant

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba awalnya tidak punya protagonis yang baik hati, tidak sombong, dan sayang adik seperti Tanjiro Kamado. Awalnya, karakter utama anime ini adalah seorang cowok mirip Giyu Tomioka. Karakternya pendendam, murung, dan kasar.

Konsep yang diajukan Koyoharu Gotouge ini lantas ditolak editor karena merasa karakter ini bakal susah relate dengan pembaca. Goutoge pun mengembangkan desainnya dan mengubahnya menjadi Tanjiro yang sekarang dikenal orang. Karakter ini punya kepribadian yang sangat berbeda dengan sebelumnya.

3. Bleach

Foto: FandomWire

Bleach memang identik dengan Ichigo Kurosaki. Tapi, awalnya, Tite Kubo berencana menjadikan Rukia Kuchiki sebagai protagonisnya. Waktu itu, dia ingin menampilkan tokoh utama seorang Shinigami yang memakai kimono.

Namun, seperti dikutip dari The Nerd Junction, editor di Weekly Shonen Jump memberi saran kalau protagonis cowok remaja jago berkelahi bakal lebih cocok untuk menarget demografi shounen. Karena saran tersebut, Kubo akhirnya mengubah konsep awal Bleach dan mengganti Rukia dengan Ichigo. Menurut dia, perubahan tersebut berhasil menyeimbangkan elemen di serial itu.

2. Jujutsu Kaisen

Foto: CBR

Sebelum membuat Jujutsu Kaisen, Gege Akutami memulai dunia manga itu lewat Tokyo Metropolitan Curse Technical School (JJK 0) dengan Yuta Okkotsu sebagai protagonisnya. Kreator itu lalu mengajukan Jujutsu Kaisen untuk diserialkan di Weekly Shonen Jump. Proposal itu diterima, tapi editor di majalah itu meminta Gege mengganti sejumlah elemen yang dirasa kurang cocok untuk mereka.

Gege kemudian mengganti Yuta dengan Yuji Itadori sebagai protagonis baru. Keputusan ini punya banyak faktor, antara lain cerita Yuta sudah selesai di manga sebelumnya. Selain itu, Yuta tidak cocok untuk menjadi protagonis shounen karena terlalu gelap. Gege memilih Yuji karena karakter ini lucu dan pas untuk serial di Weekly Shonen Jump.

1. Dr. Stone

Foto: GameRant

Dr. Stone awalnya menempatkan Taiju Oki sebagai protagonisnya. Karakternya dirasa pas menjadi pemimpin untuk sebuah serial shounen karena dia loyal, emosional, pantang menyerah, dan kuat secara fisik. Sementara, Senku Ishigami dijadikan karakter pendamping utama yang membantu Taiju dalam hal sains.

Namun, di bab 3 manga, penulis Riichiro Inagaki dan ilustrator Boichi sadar kalau cerita Dr. Stone lebih mengalir ketika Senku menjadi lead-nya. Senku punya tujuan yang jelas dan sifat yang tidak bisa ditebak membuatnya lebih kuat untuk mengendalikan cerita. Perubahan ini terjadi sangat mulus dan bahkan tidak disadari pembaca dan penonton.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *