Diejek sebelum Rilis, 10 Film Ini Malah Laku Keras di Bioskop, Ada yang Jadi Terlaris Sepanjang Masa!

Film blockbuster seperti Deadpool, Joker, dan Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl pernah diejek sebelum dirilis karena diragukan bakal laku keras di pasaran. (Foto: IMDb/IMDb/MUBI)

Sejumlah film paling laris tidak langsung mendapatkan sambutan hangat menjelang perilisannya. Beberapa di antaranya malah dicibir dan diragukan kalau bakal laku di bioskop. Sikap skeptis ini bahkan ada yang berasal dari studio pembuatnya.

Di antara keyakinan dan pertaruhan besar, mereka pun tetap melepas film itu ke pasaran. Promosi pun dibuat. Marketing dijalankan. Sisanya, ada di tangan penonton.

Dan, di sinilah keajaibannya. Para penonton membanjiri bioskop untuk menonton film yang justru membuat mereka penasaran. Saking larisnya, sejumlah film yang awalnya diejek ini malah menjadi yang terlaris di dunia.

Apa saja film yang diejek sebelum dirilis, tapi malah laku keras saat tayang di bioskop? Simak ulasan berikut!

10. The Terminator — 1984

Foto: Britannica

Kalau ngomongin soal diremehkan dan diragukan, James Cameron adalah juaranya. Pada 1980=an, James mengajukan ide untuk membuat film The Terminator, yang berkisah tentang perang antara umat manusia melawan AI Bernama Skynet.

Saat itu, nama James belum terkenal dan Orion Pictures menolak mendanai film itu karena ragu bakal laku. Tapi, James tidak menyerah dan merogoh koceknya sendiri untuk membuat film itu. Hasilnya, The Terminator meledak di pasaran dengan meraup USD78 juta (Rp1,38 triliun) dan James pun mulai dikenal sebagai sutradara.

9. Pirates of the Caribbean: Curse of the Black Pearl — 2003

Foto: The Hollywood Reporter

Bukan perkara mudah membuat film berdasarkan sebuah wahana. Disney mencoba peruntungan mereka lewat Pirates of the Caribbean. Namun, bahkan dari awal, para eksekutif sudah tidak yakin dengan penampilan film ini.

Bahkan, kehadiran Johnny Depp pun tidak mampu meyakinkan mereka. Tapi, keraguan itu sirna begitu film itu mulai tayang di bioskop. Pirates of the Caribbean: Curse of the Black Pearl menjadi hit dengan mengantongi USD654,3 juta (Rp11,57 triliun) dan membuka pintu bagi franchise baru yang menguntungkan bagi Disney.

8. It — 2017

Foto: CBR

Rencana pembuatan film layer lebar It disambut skeptis oleh banyak orang, terutama para penggemar. Karakter badut setan Pennywise yang sudah melekat pada diri Tim Curry di serial televisi pada 1990-an, dianggap sulit digantikan, apalagi oleh aktor yang terbilang baru seperti Bill Skarsgard. Tapi, skeptisme itu sirna.

It tampil dengan sangat baik sebagai sebuah film. Bill mampu menjawab keraguan untuk menampilkan karakter Pennywise yang sangat legendaris. It meraup USD719 juta (Rp12,7 triliun) dan menjadi film horror terlaris di sepanjang sejarah.

7. Star Wars: Episode IV – A New Hope — 1977

Foto: Lighthouse Cinema

George Lucas berencana membuat Star Wars pada 1970-an. Ketika proyek itu diumumkan, banyak yang meragukan kalau film itu bakalan sukses. Dengan teknologi yang ada saat itu, ide George untuk memproduksi film sci-fi selevel itu dipandang sebagai guyonan.

Tapi, George berhasil membalas ejekan dan skeptisme tersebut. Star Wars: Episode IV – A New Hope meledak di pasaran dan meraup USD775,4 juta (Rp13,7 triliun). Hasil itu menjadi fondasi bagi salah satu franchise paling laris sedunia.

6. The Super Mario Bros. Movie — 2023

Foto: The Spire

Ada banyak keraguan dan skeptisme ketika proyek film animasi ini diumumkan. Kritik memuncak dengan penunjukan Chris Pratt sebagai pengisi suara Mario. Penggemar dan pengamat pun langsung menjatuhkan vonis jeblok pada The Super Mario Bros. Movie ini bahkan sebelum filmnya dirilis.

Namun, keraguan dan pandangan skeptis itu runtuh setelah film itu tayang di bioskop. Penonton membanjir dan film animasi itu laku keras di pasaran. Pada akhirnya, The super Mario Bros. Movie meraup USD1,36 miliar (Rp24,05 triliun) dan menjadi yang terlaris kedua pada 2023.

5. Deadpool — 2016

Foto: Variety

Film superhero umumnya mempunyai rating Remaja atau 13 tahun ke atas. Inilah yang membuat 20th Century Fox ragu untuk merilis Deadpool yang berating Dewasa, dengan adegan full kekerasan dan mulut yang terus menyumpah. Namun, sebuah “bocoran” test screening membuat semuanya berubah.

Fox akhirnya membuat film itu secara utuh dengan anggaran USD58 juta (Rp1 triliun). Tak disangka, penonton menyukai film tersebut. Deadpool berakhir dengan meraup USD780 juta (Rp13,8 triliun) di box office dan membuka jalan bagi franchise baru untuk superhero berating Dewasa.

4. Joker — 2019

Foto: The Atlantic

Joker disambut dengan kekhawatiran dan skeptisme Ketika diumumkan. Orang jadi cemas kalau film ini akan mengglorifikasi kekerasan dan memicu penembakan massal di dunia nyata. Kritikus dan publik sangat mengkhawatirkan dampak sosial film ini.

Tapi, kekhawatiran itu tidak terbukti. Joker lebih menitikberatkan pada kondisi mental Arthur Fleck yang diperankan Joaquin Phoenix. Film ini juga tampil sukses di box office dengan meraup USD1,078 miliar (Rp19,07 triliun).

3. Barbie — 2023

Foto: ScreenCrush

Cibiran keras dilayangkan Ketika proyek film live-action Barbie diumumkan. Rata-rata mereka meragukan jalan cerita film yang berfokus pada sosok boneka legendaris tersebut. Apalagi, selama ini, Barbie sudah melekat pada cerita princess-princess-an dalam bentuk film animasi.

Tapi, sutradara Greta Gerwig mampu menjawab cibiran itu dengan menampilkan sebuah film yang cerdas dan menghibur. Film Barbie meruntuhkan semua ejekan dan keraguan para kritikus dan penonton. Bahkan, Barbie meraup USD1,447 miliar (Rp25,6 triliun) dan menjadi yang terlaris pada 2023 dengan mengalahkan Oppenheimer yang menjadi film unggulan tahun itu.

2. Titanic — 1997

Foto: The Atlantic

James Cameron berambisi menyelami reruntuhan kapal Titanic di dasar laut. Dia lalu menggunakan keingiannya itu sebagai dasar untuk membua film tentang kapal tersebut. Tapi, cita-citanya itu hampir kandas karena semua orang ragu kalau film dengan dana fantastis itu akan menarik minat orang.

Skeptisme orang semakin memuncak setelah anggaran film ini membengkak sampai USD200 juta (Rp3,5 triliun). Tahun itu, jumlah ini sudah dianggap fantastis. Tapi, James berhasil membungkam mulut para pengkritiknya setelah Titanic meraup USD2,264 miliar (Rp40,06 triliun) dan menjadi film terlaris sepanjang sama sampai 2009.

1. Avatar — 2009

Foto: Collider

Tidak ada yang menyangka kalau film tentang makhluk alien mirip kucing berwarna biru dan CGI bakal laku keras di bioskop. Tapi, inilah impian James Cameron sejak remaja. Selama bertahun-tahun, dia mengembangkan proyek Avatar itu dengan sangat rahasia.

Cibiran semakin menguat menjelang perilisan film tersebut. Tapi, prediksi kalau Avatar bakal jeblok pun mental karena orang yang penasaran membanjiri bioskop untuk menontonnya. Sampai saat ini, Avatar masih menduduki takhta sebagai film terlaris sepanjang masa dengan menorehkan angka USD2,923 miliar (Rp51,7 triliun) di box office.

Catatan: Angka box office menggunakan data Box Office Mojo. Konversi USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini dibuat tanpa menghitung inflasi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *