10 Film Anime Paling Mahal dalam Satu Dekade Terakhir

Film anime tidak punya anggaran semewah film-film animasi Hollywood, tapi tetap bisa menyajikan tontonan dengan visual yang menawan dan memanjakan mata. (Ufotable)

Film anime produksi Jepang jarang yang mengungkapkan biaya produksi mereka. Berbeda dengan Hollywood yang lebih terbuka dan transparan terkait anggaran pembuatan, studio Negeri Matahari Terbit sepertinya ogah-ogahan mengungkapkan rahasia dapur tersebut. Tapi, tetap saja, sejumlah studio mau membuka berapa anggaran yang mereka gelontorkan untuk membuat satu film yang fenomenal.

Anggaran produksi film anime ini sangat jauh dengan Hollywood. Banyak film anime bagus dari Jepang dan tembus box office global yang dibuat dengan biaya kurang dari USD70 juta (Rp). Sebagai perbandingan, di era modern seperti sekarang, film animasi Hollywood biasanya memakan biaya hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat dengan pemasukan yang lumayan di box office.

Dalam 10 tahun terakhir, ada sejumlah film anime yang menghebohkan jagat perfilman global. Tidak hanya dari segi seni dan penceritaan, tapi juga visual dan animasinya yang punya level tersendiri. Yang mengagetkan, anggarannya bahkan berada jauh di bawah film-film serupa buatan Hollywood, tapi tetap menawan dengan cerita yang tebal dan penuh emosi.

Apa saja film anime paling mahal dalam 10 tahun terakhir? Mengolah data dari berbagai sumber, simak daftarnya berikut!

10. Jujutsu Kaisen 0 — 2021

Slash Film

Jujutsu Kaisen 0 merupakan prekuel serial anime Jujutsu Kaisen. Film itu berlatar dua tahun sebelum lini masa plot utama cerita tersebut. Jujutsu Kaisen 0 berfokus pada Yuta Okkotsu, penyihir jujutsu kelas khusus yang dibawa Satoru Gojo ke SMA Jujutsu Tokyo setelah khodamnya, Rika, menyerang perundungnya.

Jujutsu Kaisen 0 menarik perhatian di saat perilisannya dengan meraup USD183,76 juta (Rp3,27 triliun) di box office global. MAPPA tidak merilis anggaran yang mereka gelontorkan untuk pembuatan film tersebut. Namun, sejumlah laporan memperkirakan kalau studio itu merogoh kocek hingga USD4 juta (Rp71,33 miliar) untuk memproduksi film dengan visual dan animasi yang memukau tersebut.

9. Dragon Ball Super: Super Hero — 2022

Rotten Tomatoes

Dragon Ball Super: Super Hero tidak menampilkan Goku sebagai protagonisnya. Alih-alih, film ini membawa Gohan sebagai tokoh utamanya dengan didampingi Piccolo untuk menghadapi reformasi Pasukan Pita Merah yang membuat android baru, yaitu Gamma 1 dan Gamma 2. Di Super Hero, Goku dan Bezita sedang pergi berlatih di dunia lain sehingga tidak bisa membantu anaknya itu melawan pasukan baru ciptaan Magenta dan Dr. Hedo tersebut.

Dragon Ball Super: Super Hero meraup pendapatan sebesar USD97,24 juta (Rp1,73 triliun) di box office global. Film ini menjadi yang terlaris kedua di franchise tersebut. Dragon Ball Super: Super Hero dibuat Toei Animation dengan anggaran USD8,5 juta (Rp151,58 miliar).

8. Dragon Ball Super: Broly — 2018

Crunchyroll

Dragon Ball Super: Broly memperkenalkan penonton pada sosok Saiyan baru, yaitu Broly. Dia dimanipulasi Frieza yang bangkit lagi untuk melakukan balas dendam terhadap bumi, terutama pada Goku dan Bezita. Sejarah masa lalu Saiyan menjadi salah satu fokus dan daya tarik film tersebut.

Toei Animation merogoh kocek USD8,5 juta (Rp151,58 miliar) untuk pembuatan film ini. Dragon Ball Super: Broly dinikmati penggemar karena pertarungan intensifnya yang seru dan menegangkan. Di box office global, Dragon Ball Super: Broly meraup USD122,74 juta (Rp2,18 triliun) dan ini menjadikan film itu jadi yang terlaris di franchise Dragon Ball.

7. Weathering with You — 2019

CBR

Weathering with You merupakan film kedua dari trilogi bencana buatan Makoto Shinkai setelah Your Name pada 2016. Film ini berkisah tentang Hodaka, seorang cowok remaja yang kabur dari rumahnya dan tiba di Tokyo yang terus menerus diguyur hujan. Dia lalu bertemu Hina, cewek yang secara ajaib yang bisa menghentikan hujan dan membuat hari cerah dengan doa.

Weathering with You dibuat dengan anggaran USD11,1 juta (Rp197,9 miliar). Di akhir masa penayangannya, film itu meraup pendapatan USD196,6 juta (Rp3,5 triliun) di box office. Hasil tersebut membuat Weathering with You menjadi film terlaris kedua Shinkai sebelum digusur Suzume yang dirilis pada 2022.

6. Suzume — 2022

Collider

Suzume merupakan karya terakhir Makoto Shinkai yang tetap punya visual khas yang gampang dikenali. Film itu dibuat dengan anggaran USD11—13 juta (Rp196,17—231,84 miliar) dan berhasil meraup pendapatan sebesar USD314,9 juta (Rp5,61 triliun) di box office global. Suzume merupakan seri ketiga dan terakhir dari trilogi bencana buatan sutradara tersebut.

Di Suzume, gerbang gaib terbuka di seluruh Jepang dan di dalamnya ada portal yang merilis cacing raksasa yang menyebabkan gempa bumi besar. Suzume Iwato yang bekerja sama dengan Shouta Munakata berusaha keras untuk menyegel portal-portal tersebut sebelum terlambat. Di film itu, Shouta dikutuk menjadi kursi oleh sebuah patung kucing iseng.

5. One Piece Film: Red — 2022

The Wrap

One Piece Film: Red masih tercatat sebagai film One Piece paling laris sampai saat ini. Di box office global, Red meraup USD246,5 juta (Rp4,39 triliun). Untuk membuat film ini, Toei Animation menggelontorkan dana sebesar USD15 juta (Rp267,5 miliar).

One Piece Film: Red menikmati pemasukan besar berkat meningkatnya popularitas anime di masa pandemi. Selain itu, fokus terhadap Shanks di Red membuat penggemar penasaran dan ingin menonton film tersebut. Di One Piece Film: Red terungkap kalau Shanks punya seorang putri angkat bernama Uta yang kini menjadi penyanyi paling terkenal di seluruh dunia.

4. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train — 2020

PennLive

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Mugen Train dinanti penggemar serial ini setelah terkesan dengan season 1 animenya. Film ini sangat emosional dan bikin penontonnya susah move on. Mugen Train tidak hanya memukau lewat cerita, tapi juga lewat visual dan animasinya yang indah dan benar-benar punya level berbeda dengan anime lainnya.

Dibuat dengan anggaran USD15,7 juta (Rp279,9 miliar), Mugen Train meraup USD512,7 juta (Rp9,14 triliun) di box office global. Film itu sempat menjadi fenomena karena memecahkan rekor sebagai film anime terlaris sepanjang masa dengan menggeser takhta Spirited Away yang tidak tergoyahkan selama hampir 20 tahun. Rekor Mugen Train hanya tumbang oleh lanjutan Demon Slayer, Infinity Castle.

3. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Infinity Castle — 2025

The Mary Sue

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Infinity Castle menghebohkan dunia Ketika dirilis tahun lalu. Penggemar serial itu langsung membuat hype film ini sampai orang-orang yang awalnya tidak tertarik pada anime ikut menontonnya. Hasilnya? Infinity Castle kini duduk sebagai film anime dan film Jepang terlaris sepanjang masa.

Secara global, film layar lebar kedua Demon Slayer ini meraup USD793,49 juta (Rp14,14 triliun). Hasil itu tergolong sangat besar kalau mengingat anggaran yang digelontorkan Ufotable untuk film ini bisa dianggap “minim” dibandingkan film sejenis. Sejumlah laporan menyebut, Infinity Castle dibuat dengan biaya USD20 juta (Rp356,58 miliar) dan penonton sudah bisa menikmati visual cantik yang memanjakan mata mereka.

2. Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time — 2021

IMDb

Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time menjadi penutup perjalanan serial Evangelion. Film buatan Studio Khara ini melanjutkan kisah Shinji Ikari yang meyembuhkan diri sebelum bergabung dengan WILLE untuk menghentikan Impact terakhir ayahnya, Gendo. Di film itu, Shinji menghadapi ayahnya, menyelesaikan lompatan waktu, dan menulis ulang dunia tanpa Evangelion.

Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time membuat penonton puas dengan konklusinya dan juga visual yang ditampilkan. Film itu dibuat dengan anggaran USD29,7 juta (Rp529,37 miliar). Rasa penasaran penonton dan keinginan penggemar untuk mendapatkan closure atas serial itu membawa Evangelion: 3.0+1.0 Thrice Upon a Time meraup USD93,88 juta (Rp1,67 triliun) di box office global.

1. The Boy and the Heron — 2023

GeekTyrant

The Boy and the Heron masih kokoh sebagai film anime paling mahal yang pernah dibuat. Studio Ghibli menggelontorkan dana sekitar USD53—64 juta (Rp945,24 miliar—1,14 triliun) untuk pembuatan film terbaru buatan Hayao Miyazaki tersebut. Hasilnya pun lumayan karena film ini meraup USD294,2 juta (Rp5,24 triliun) di box office global.

The Boy and the Heron banjir pujian saat dirilis. Film ini juga diapreasiasi di banyak ajang penghargaan film internasional. Bahkan, The Boy and the Heron mempersembahkan Oscar kedua bagi Studio Ghibli yang sebelumnya pernah mendapatkannya lewat Spirited Away pada 2001.

Catatan: Konversi dari USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini diunggah, tanpa menghitung inflasi dan faktor lainnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *