
Film biopic sangat jarang dibuat. Produser tidak mau mengambil risiko besar karena film jenis ini memerlukan akurasi dan riset yang mendalam. Selain itu, pemilihan aktor pun menjadi pertimbangan tersendiri.
Tak jarang, film biopic berakhir jeblok di box office dan dicaci maki penonton. Namun, bukan hal yang tidak lumrah kalau biopic juga menjadi genre bergengsi di dunia film. Tidak bisa dimungkiri kalau film biopic adalah langganan pemenang ajang penghargaan.
Di box office, penampilan film biopic tidak bisa disebut jelek atau sangat bagus. Bisa dibilang, berada di tengah-tengah. Tapi, tren belakangan ini mengungkapkan kalau digarap dengan baik dan mendapatkan hype luar biasa dari penonton, film biopic bisa berjaya di box office dan menjadi film laris.
Film biopic apa saja yang paling laris sepanjang sejarah? Mengutip data Box Office Mojo, simak ulasannya berikut!
10. Green Book — 2018

Green Book mempertemukan Viggo Mortensen dengan Mahershala Ali. Mereka berperan sebagai pianis dan pengawalnya. Film ini mengangkat kisah tentang Dr. Don Shirley, seorang pianis berkulit hitam, yang menyewa Tony Lip, untuk mengawalnya ke kawasan Selatan pada 1962 untuk menggelar konser.
Green Book meraup USD321,75 juta (Rp5,77 triliun) di box office. Film ini dianggap kontroversial karena kurang akurat dan dituding mempromosikan cerita “kulit putih sang penyelamat”. Green Book diangkat dari cerita perjalanan Shirley untuk menggelar konser di kawasan yang masih sangat rasis kala itu.
9. Schindler’s List — 1993

Schindler’s List sudah langganan masuk rekomendasi sebagai film yang wajib ditonton sekali seumur hidup. Film ini dianggap sebagai salah satu masterpiece yang pernah ada. Dibesut Steven Spielberg, Schindler’s List dibintangi Liam Neeson yang berperan sebagai Oskar Schindler.
Schindler’s List berkisah tentang Oskar Schindler yang tiba di Krakow dan mencoba peruntungannya dengan membuka bisnis di sana. Ketika Perang Dunia II pecah, dia membantu menyelamatkan orang Yahudi yang diburu Nazi. Film ini meraup USD322,16 juta (Rp5,78 triliun) di box office.
8. Catch Me If You Can — 2002

Catch Me If You Can memberikan tontonan biopic yang mengasyikkan. Film ini mengangkat kisah tentang Frank Abagnale, Jr., seorang penipu ulung yang bikin pusing agen FBI Carl Hanratty. Catch Me If You Can mendapatkan pemasukan hingga USD352,1 (Rp6,32 triliun) di box office.
Film ini menampilkan aksi kucing-kucingan seru antara penipu dan agen FBI. Akting Leonardo DiCaprio sebagai Frank dan Tom Hanks seabgai Carl cukup menghibur. Catch Me If You Can menjadi salah satu biopic besutan Steven Spielberg yang sukses di box office.
7. The Wolf of Wall Street — 2013

The Wolf of Wall Street diangkat dari memoar Jordan Belfort, seorang mantan pialang saham di Wall Street. Karakter Jordan di film ini dilakonkan Leonardo DiCaprio. Peran ini juga memberinya nominasi ketiga untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik Oscar dan dia tidak menang.
The Wolf of Wall Street meraup USD392 juta (Rp7,03 triliun). Film ini menimbulkan pendapat yang berbeda karena penceritaannya. Ada yang memuji penyutradaraan dan aktingnya, tapi ada juga yang merasa kalau film ini mengglorifikasi penjahat.
6. The King’s Speech — 2010

The King’s Speech berfokus pada usaha Pangeran Albert untuk melatih dirinya agar bisa berpidato dengan baik sebagai Raja George IV. Pangeran itu punya masalah dalam cara berbicara dan menyadarinya. Istrinya, Elizabeth, kemudian menyewa Lionel Logue, seorang aktor dan terapis wicara, untuk membantu suaminya itu mengatasi masalah itu.
Collin Firth dengan sangat apik dan akurat memerankan karakter Raja George IV di film tersebut. Penampilannya membuahkan sebuah Oscar untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik. The King’s Speech juga memenangkan Oscar untuk kategori Film Terbaik dan Sutradara Terbaik. Di box office, film ini meraup USD410,86 juta (Rp7,37 triliun).
5. The Greatest Showman — 2017

The Greatest Showman tampil dalam format musikal. Film ini mengangkat kisah hidup P.T. Barnum, seorang pengusaha, pemilik sirkus, dan politikus. The Greatest Showman dikritik habis karena tidak menggambarkan sosok Barnum secara akurat.
Di film, Barnum digambarkan sebagai orang baik dan suka membantu. Padahal, aslinya, dia adalah penipu yang mengambil untung dari para penampil berkulit hitam. Meski begitu, dibantu deretan cast yang menarik dan lagu-lagu soundtrack yang catchy, The Greatest Showman mampu meraup USD434,99 (Rp7,8 triliun) di box office.
4. American Sniper — 2014

American Sniper diambil dari memoar yang ditulis tentara Navy SEAL Amerika Serikat (AS), Chris Kyle. Dia dikenal sebagai penembak jitu paling maut dalam sejarah militer AS. Film ini mengisahkan perjalanan Chris dari empat turnya di Irak.
Sampai saat ini, American Sniper masih menjadi biopic militer terlaris dengan pendapatan USD547,62 juta (Rp9,83 triliun) di box office. FIlm ini menampilkan Bradley Cooper sebagai pemeran Chris Kyle. American Sniper sangatlah didramatisasi, tapi beberapa elemen di dalamnya cukup akurat penggambarannya.
3. Bohemian Rhapsody — 2018

Bohemian Rhapsody sempat diragukan penampilannya menjelang perilisannya. Film yang mengangkat kisah vokalis Queen, Freddie Mercury, ini dianggap tidak akurat, formulaic, dan menghindar menggali kompleksitas kepribadian Freddie. Namun, kritik itu tidak mengurangi antusiasme orang untuk menonton film ini.
Bohemian Rhapsody melejit dan berhasil meraup USD903,65 juta (Rp16,2 triliun) di box office. Pemeran Freddie, Rami Malek, juga mendapatkan Oscar atas penampilannya tersebut. Aktor berdarah Mesir itu dengan sangat apik memerankan karakter vokalis legendaris tersebut.
2. Oppenheimer — 2023

Oppenheimer didukung kru dan aktor yang kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Disutradarai Christopher Nolan, film ini menampilkan Cillian Murphy sebagai J. Robert Oppenheimer, seorang fisikawan Amerika Serikat yang membantu mengembangkan senjata nuklir pertama di era Perang Dunia II. Selain itu, film ini juga ditampilkan dalam format IMAX yang membuatnya terlihat lebih hidup di layar.
Oppenheimer banyak mendapatkan pujian, terutama karena penceritaan dan penampilan para aktornya. Film ini berhasil mendapatkan 7 Oscar, termasuk unutk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik (Cillian), dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Robert Downey Jr.). Di box office, Oppenheimer meraup USD975,8 juta (Rp17,51 triliun) yang sempat membuatnya menjadi film biopic terlaris sebelum dijungkalkan Michael.
1. Michael — 2026

Michael tidak mendapatkan sambutan hangat dari para kritikus di Rotten Tomatoes. Buktinya, film tentang Michael Jackson itu mendapatkan sertifikat Busuk dengan hanya mendapatkan skor 38%. Tapi, penilaian kritikus itu tidak digubris penonton.
Buktinya, Michael melaju menjadi film biopic terlaris sepanjang sejarah dengan meraup USD977,45 juta (Rp17,54 triliun). Angka ini bahkan masih bisa terus bertambah dan ada kemungkinan kalau film ini akan menjadi biopic pertama yang meraup USD1 miliar (Rp17,94 triliun). Disutradarai Antoine Fuqua, Michael menampilkan Jaafar Jackson sebagai pemeran Sang Raja Pop. Jaafar adalah keponakan Michael yang belum pernah berakting.
Catatan:
*) Pendapatan film Michael ditulis sesuai data yang didapat saat artikel ini ditulis.
**) Konversi USD ke Rp menggunakan kurs yang berlaku saat artikel ini dibuat tanpa menghitung inflasi dan faktor lain.